SEJUMLAH indikator pembangunan Kota Malang menunjukkan tren positif sepanjang tahun anggaran 2025. Hal itu disampaikan Wali Kota Malang Wahyu Hidayat saat menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) kepala daerah dalam rapat paripurna DPRD Kota Malang.
Dalam paparannya, Wahyu menyebut berbagai capaian tersebut merupakan hasil dari upaya Pemkot Malang dalam memperkuat pelayanan publik sekaligus meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan. ”Kami berupaya menghadirkan pelayanan publik yang semakin baik sekaligus memperkuat tata kelola pemerintahan yang berkualitas,” ujarnya.
Salah satu indikator yang mengalami peningkatan adalah Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Pada 2025, IPM Kota Malang tercatat mencapai 85,55. Angka itu naik 0,87 poin dibandingkan 2024 yang berada di angka 84,68. Capaian tersebut juga menempatkan Kota Malang sebagai daerah dengan IPM tertinggi kedua di Jawa Timur.
Selain itu, angka kemiskinan juga berhasil ditekan. Pada 2024 tingkat kemiskinan berada di angka 3,91 persen. Sementara pada 2025 turun menjadi 3,85 persen. ”Penurunan ini menunjukkan berbagai program pengentasan kemiskinan yang dijalankan mulai memberikan hasil,” kata Wahyu.
Perbaikan juga terlihat pada tingkat pengangguran terbuka (TPT). Pada 2024 angka pengangguran tercatat 6,10 persen dan berhasil ditekan menjadi 5,69 persen pada 2025. Di sisi lain, pertumbuhan ekonomi Kota Malang juga mengalami percepatan. Jika pada 2024 pertumbuhan ekonomi berada di angka 5,41 persen, maka pada 2025 meningkat menjadi 5,92 persen.
Dari sisi keuangan daerah, pendapatan Kota Malang pada 2025 terealisasi sebesar Rp 2,54 triliun atau 101,15 persen dari target yang ditetapkan. ”Capaian ini menjadi bukti bahwa berbagai program pembangunan yang dijalankan mampu mendorong kesejahteraan masyarakat serta memperkuat ekonomi daerah,” tandas Wahyu. (adk/adn)
Editor : A. Nugroho