Inilah Cerita Pemain Arema FC Women Oedaija O’shea Sharinah Meraih Best Player U-18

M. Affan Fauzan • Dipublikasikan Senin, 20 Juli 2026 | 08:58 WIB

 

Oedaija O’shea Sharinah menggiring bola
Oedaija O’shea Sharinah menggiring bola

 

Perjuangan Oedaija O’shea Sharinah membuahkan hasil setelah pengumuman penghargaan individu Hydroplus Soccer League All Stars 2025/2026. Stoper Arema FC Women itu meraih penghargaan best player U-18.

 

MA. FAUZAN AL RIYADH PANJAITAN

SEBELUM bergabung ke Arema FC Women, nama Shea tak asing di dunia sepak bola wanita Indonesia. Di usia 14 tahun, Shea sudah mewakili Sumatera Utara di PON Aceh-Sumut 2024. Sekaligus menjadikannya sebagai pemain termuda.

Dua tahun kemudian, ia tampil di All-Star Piala Pertiwi untuk kategori U-16. Meski dalam dua kejuaraan tersebut hanya tembus babak semifinal, performanya di atas lapangan menarik perhatian manajemen dan tim pelatih Ongis Nade Kodew. Setelah mengetahui target tim untuk menjadi juara, Shea tidak berpikir panjang untuk sepakat bergabung.

Sebenarnya pada Januari lalu, Ia sudah didaftarkan mengikuti Hydroplus Soccer League babak regional Surabaya. Namun karena beberapa hal, ia baru bisa berangkat ketika Arema FC Women lolos babak nasional di Kudus

Soal tactical dan skema permainan, dia tidak mengalami kendala. Mampu mengikuti instruksi pelatih secara tepat. Termasuk ketika ditempatkan di posisi baru setelah tahun sebelumnya tampil sebagai gelandang bertahan.

”Sejak bermain di lapangan besar saya, selalu bermain di posisi gelandang. Namun saat dipanggil untuk tampil di AFF Women U16, saya diposisikan sebagai bek tengah,” ujar Shea yang kini berusia 16 tahun.

Saat berlaga, ia sempat lupa dan maju ke posisi gelandang. Namun diingatkan pelatih, sehingga kembali ke posisi bek. Rupanya, sang pelatih memahami kemampuan Shea yang unggul dalam bertahan.

Aksi bertahannya membuat Arema FC Women kembali mencatatkan nir-bobol saat mengalahkan Samba Persada Women dengan skor 1-0. Meski di laga terakhir gagal membawa tim meraih kemenangan dengan hasil imbang, Shea tetap menunjukkan kemampuan brilian sebagai stoper.

Setelah mengalahkan Akademi Persib Bandung, Shea merasa peluang Arema FC Women meraih gelar juara terbuka lebar. Ia juga yakin ada peluang untuk meraih penghargaan sebagai best player. Namun harapan itu pupus saat timnya gugur di babak semifinal atas Putri Garut.

“Coach Timo memberi tahu alasan kenapa saya dipilih, karena performa saya meningkat,” ungkap siswi SMA Negeri 1 Perbalingan itu.

Perjalanan Shea meraih gelar tersebut terbilang panjang. Ia mengenal sepak bola pertama kali dari sang ayah yang merupakan pelatih SSB Agtagana. Terlalu sering melihat pemain mengolah si kulit bundar itu membuatnya tertarik terjun ke dunia bola.

Memasuki kelas I SD, dia langsung di posisi penyerang. Biasanya ia berlatih sepulang sekolah.

”Dilatih ayah belajar teknik bermain bola, seperti passing, kontrol bola dan shooting,” katanya.

Pada 2022 lalu, ia mengikuti turnamen pertamanya di Jakarta 2022 lalu. Bersama tim putri Diklat Imran Soccer Academy, Shea mampu meraih juara pertama. Kemudian ia rutin mengikuti turnamen sepak bola putri di Medan. Tim yang dibela berganti-ganti, tergantung ajakan tim mana yang mengajaknya.

Selama waktu tersebut Shea berganti posisi sebagai gelandang. Kemudian berganti posisi midfielder. Pada 2024 sempat berkompetisi di Pekan Olahraga Nasional (PON), namun gagal tampil karena cedera hamstring.

Meski kini sudah meraih best player U-18 di Hydroplus Soccer League All Stars 2025/2026, Shea belum puas. Ia ingin membawa Arema FC Women menjuarai kompetisi serupa yang akan di gelar pada Oktober depan. Shea juga menanti panggilan Timnas Putri U-16 di Srikandi Merdeka Cup, sembari rutin berlatih untuk menjaga kondisinya tetap bugar. (*/dan)

Editor : Mahmudan
Arema FC Sepak Bola Malang Arema FC Women