Owner Es Teler Dempo, Yuni, menuturkan bahwa selama pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM), penjualannya mengalami penurunan drastis. "Selama pandemi ini pembeli berkurang sampai 75 persen," kata Yuni saat dijumpai Jawa Pos Radar Malang.
Kondisi ini berbanding terbalik dengan penjualan sebelum pandemi. "Dulu kalau ramai sampai cari tempat duduk saja susah," tambah dia. Yuni menuturkan, kebanyakan pelanggannya berasal dari kalangan mahasiswa. Sementara sepanjang pandemi, kebanyakan mahasiswa memilih pulang kampung karena aktivitas perkuliahan hanya boleh dilaksanakan secara daring.
"Sebelumnya juga banyak pelanggan dari Surabaya dan Jakarta yang sering datang ke sini waktu akhir pekan," Selain pelanggan mahasiswa, kuliner yang berdekatan dengan SMA Katolik Santo Albertus ini juga cukup kehilangan pelanggan dari kalangan pelajar.
Meski buka setiap hari mulai pukul 09.00 WIB sampai 16.00 WIB, Yuni menuturkan bahwa pihaknya tetap mematuhi ketentuan pemerintah dengan membatasi jumlah pengunjung yang makan di tempat. "Kami juga sediakan hand sanitizer sesuai arahan pemerintah," tutup Yuni.
Pewarta: Ferdinand Dicky Editor : Farik Fajarwati