DAU - Setiap Minggu pagi, Kawasan Wisata Terpadu (KaWiTe) Mulyoagung selalu dipenuhi pengunjung.
Namun kondisinya berubah selama bulan Ramadan.
KaWiTe Mulyoagung justru ramai setiap sore karena berubah menjadi pasar takjil.
Salah seorang pedagang Tina Aulia mengaku bisa mendapatkan pembeli hingga ratusan orang hanya dengan berjualan tiga sampai empat jam saja.
Yakni sejak pukul 15.30 WIB hingga 18.30 WIB.
“Biasanya jualan di tempat lain. Cuma ini memanfaatkan momen Ramadan, jadi jualan di sini,” ujar penjual gorengan di tepi Jalan Raya Dermo itu.
Baca Juga: Emang Ada HTM 0 Rupiah di Kota Malang? Coba Saja Ngabuburit di Sederet Lokasi Ini
Pembeli biasanya mulai banyak berdatangan sekitar pukul 16.00 WIB.
Namun puncak keramaian biasanya pada pukul 16.30 hingga 17.30 WIB.
Pada jam tersebut, kendaraan mulai padat hingga membuat jalanan macet.
Tempat parkir yang tersedia pun sudah mulai penuh.
Untuk diketahui, di kawasan itu terdapat tiga titik pasar takjil.
Yakni di Jalan Raya Dermo, Jalan Oma Kampus, dan Jalan TPST.
Sedangkan, titik parkir disediakan di dua titik.
Yakni Jalan Oma Kampus dan Jalan TPST.
Sementara itu, salah satu pengunjung dari Kota Malang Rima Liana mengaku biasa berburu takjil di KaWiTe.
Selain dekat dengan tempat kosnya, di kawasan itu juga terdapat beragam jajanan.
“Semakin banyak variasinya, semakin banyak juga pilihannya. Lumayan juga, bisa sambil olahraga dengan berjalan kaki,” ucap Rima.
Sebelumnya, saat Minggu pagi Rima juga sering datang ke tempat itu.
Terlebih setelah aktivitas lari paginya.
Kemudian, dia mendengar dari salah satu penjual jika pasar itu akan tetap buka ketika Ramadan.
Oleh karena itu, Rima menjadi langganan berburu takjil di sana. (yun/nay)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana