RADAR MALANG - Kampung Keramik Dinoyo yang dulunya merupakan salah satu destinasi wisata belanja ikonik di Kota Malang kini mengalami penurunan jumlah pengunjung.
Terkenal sebagai sentra industri keramik, Kampung Dinoyo sebelumnya menjadi tujuan wisatawan lokal maupun mancanegara yang ingin berburu kerajinan tangan berkualitas tinggi.
Berbagai jenis kerajinan keramik seperti vas bunga, guci, asbak, piring, hingga hiasan dinding yang memiliki desain unik dan khas bisa ditemukan di sini.
Baca Juga: Wisata Malang Batu Menggeliat, Arus Lalin Padat Merayap
Kerajinan keramik dari Dinoyo dikenal karena kualitas dan keindahannya, membuat kawasan ini sempat berjaya sebagai pusat ekonomi kreatif.
Namun, sejak beberapa tahun terakhir, kondisi berbeda terlihat di kampung ini.
Suasana yang dulu ramai kini berubah menjadi sepi.
Banyak toko dan galeri keramik tutup atau mengurangi produksi karena penurunan jumlah pengunjung.
Sejumlah faktor turut menyebabkan penurunan tersebut, termasuk perubahan tren belanja yang beralih ke platform digital, kurangnya inovasi, hingga dampak pandemi COVID-19 yang sempat membatasi aktivitas masyarakat.
Soni Suharto Sebagai salah satu pengrajin keramik di Kampung Keramik Dinoyo menyampaikan salah satu penyebab menurunnya minat wisatawan ke kampung keramik dinoyo adalah adanya jalan tol yang menghubungkan malang dan Surabaya saat ini.
Baca Juga: Taman Kemesraan Wisata Penghilang Penat di Kabupaten Malang
“Dulu ramai karena wisatawan dari Surabaya atau yang mau ke Surabaya dan lewat Malang dulu, biasanya mampir dulu ke kampung keramik dinoyo. Tapi sejak ada jalan tol, langsung aja ke jalan tol ga melewati sini lagi.” Tuturnya.
Selain menyediakan produk keramik, Kampung Keramik Dinoyo juga membuka jasa kelas belajar membuat keramik yang ramai diminati untuk anak-anak TK hingga SD.
Biasanya sekolah-sekolah akan datang ke kampung keramik dinoyo untuk belajar membuat kerajinan dari bahan dasar keramik tersebut.
Para pengrajin berharap adanya dukungan yang lebih nyata, baik dari pemerintah, komunitas, maupun masyarakat umum.
Agar Kampung Keramik Dinoyo kembali menjadi tujuan wisata yang diminati.
Baca Juga: Yes! Wisata Malang Raya Sudah Sepakat Satu Branding
Mereka juga mulai beradaptasi dengan menjual produk secara online dan menciptakan desain-desain baru untuk menarik minat generasi muda.
Kini, tantangan terbesar bagi Kampung Keramik Dinoyo adalah bagaimana bertahan dan beradaptasi di tengah perubahan zaman.
Semoga dengan upaya bersama, sentra keramik legendaris ini dapat kembali bangkit dan menorehkan kejayaannya seperti dulu. (Dwi Jaya Saputra)
Editor : Aditya Novrian