RADAR MALANG - Pasar Comboran, terletak di Kota Malang, Jawa Timur, adalah salah satu destinasi yang kaya akan sejarah dan budaya.
Dikenal sebagai pusat jual beli barang bekas, pasar ini telah menjadi simbol identitas masyarakat Malang sejak awal abad ke-20.
Mari kita telusuri perjalanan panjang Pasar Comboran dari jalur trem hingga menjadi pusat barang bekas yang terkenal.
Pasar Comboran diperkirakan berdiri sejak tahun 1900, pada masa pemerintahan kolonial Belanda.
Awalnya, kawasan ini bukanlah pasar loak, melainkan jalur transportasi trem yang menghubungkan berbagai wilayah di Malang.
Trem ini beroperasi hingga tahun 1950-an dan menjadi moda transportasi utama bagi penduduk setempat.
Kata "Comboran" sendiri berasal dari istilah Jawa "Nyombor", yang merujuk pada lokasi parkir dokar (delman) di sisi timur pasar, tempat kuda-kuda beristirahat.
Seiring dengan perkembangan kota dan meningkatnya aktivitas perdagangan, Pasar Comboran mulai berubah fungsi.
Pada awalnya, pasar ini berfungsi sebagai tempat transit bagi petani yang menjual hasil pertanian mereka setelah turun dari trem.
Namun, situasi berubah drastis selama penjajahan Jepang ketika banyak orang Belanda ditangkap dan meninggalkan barang-barang pribadi mereka.
Barang-barang tersebut kemudian diperjualbelikan oleh para pembantu mereka di Pasar Comboran.
Dari sinilah Pasar Comboran dikenal sebagai pasar loak atau pasar barang bekas. Pada tahun 1980-an, pasar ini bahkan diakui sebagai pusat penjualan barang antik terbesar di Jawa Timur.
Keberagaman barang yang dijual di sini mencakup pakaian bekas, alat elektronik, onderdil kendaraan, hingga barang-barang antik seperti keris dan batu akik.
Meskipun mengalami berbagai tantangan, termasuk kebakaran hebat pada September 2024 yang menghanguskan sebagian besar area dalam pasar.
Pasar Comboran tetap menjadi tempat favorit bagi warga Malang dan pengunjung dari luar daerah.
Setiap hari, ribuan orang datang untuk berburu barang-barang unik dengan harga terjangkau.
Di sepanjang Jalan Halmahera, Jalan Prof Moh Yamin, Jalan Sartono SH, dan Jalan Irian Jaya, pengunjung dapat menemukan berbagai jenis barang mulai dari sembako hingga perlengkapan rumah tangga. (Adrian Irfan Pratama)
Editor : Aditya Novrian