LUMAJANG – Siapa yang tak kenal dengan cimol? Jajanan gurih berbahan dasar tepung tapioka ini sudah menjadi favorit banyak kalangan, mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang dewasa. Teksturnya yang kenyal di dalam namun garing di luar menjadikan cimol tidak pernah kehilangan penggemar. Di berbagai kota, termasuk Lumajang, cimol kerap menjadi camilan pilihan saat pagi hingga sore hari.
Meski sekilas tampak sederhana, kelezatan cimol justru terletak pada kesederhanaannya. Ditambah taburan bumbu bubuk dengan berbagai varian rasa, sensasi memakan cimol seolah menghadirkan nostalgia masa kecil. Tak heran jika di Lumajang, keberadaan pedagang cimol selalu menarik perhatian, apalagi dengan berbagai inovasi yang mereka tawarkan.
Di Lumajang sendiri, terdapat sejumlah tempat populer yang menjual cimol dengan cita rasa khas. Beberapa di antaranya bahkan sudah memiliki pelanggan setia karena racikan bumbu dan cara penyajian yang berbeda. Dari sekian banyak penjaja, setidaknya ada tiga tempat yang kerap menjadi rujukan bagi pecinta cimol: Cimol Bojot Alis 2, Cimol Gaul Stadion, dan Cimol Gaul Mbak Mila.
Cimol Bojot Alis 2 Cabang Alun-alun
Bagi warga Lumajang yang sering menghabiskan waktu di sekitar alun-alun, Cimol Bojot Alis 2 bisa menjadi pilihan camilan yang tepat. Lokasinya berada di Jl. Imam Suja’i, tak jauh dari pusat keramaian kota. Dengan konsep sederhana, penjual menyajikan cimol yang selalu hangat dan renyah.
Meski baru memiliki satu ulasan dengan rating sempurna 5,0, tempat ini menunjukkan potensi besar untuk berkembang. Pengunjung bisa menikmati cimol langsung di tempat atau membawanya pulang. Buka mulai pukul 09.00 pagi, kedai cimol ini sering menjadi tujuan warga yang mencari camilan saat beraktivitas di sekitar alun-alun.
Cimol Gaul Stadion
Berbeda dengan Bojot Alis, Cimol Gaul Stadion sudah lebih populer di kalangan masyarakat Lumajang. Lokasinya berada di Jl. Gajah Mada dengan penilaian 4,7 dari 22 ulasan. Dengan harga yang ramah di kantong, cimol di sini terkenal gurih dan pas dinikmati kapan saja, terutama ketika menonton pertandingan atau sekadar nongkrong di area stadion.
Kelebihan Cimol Gaul Stadion adalah variasi rasa yang ditawarkan, mulai dari pedas, barbeque, hingga keju. Cara penyajiannya yang cepat membuat pelanggan tidak perlu menunggu lama. Banyak warga menganggap tempat ini sebagai spot wajib ketika berkunjung ke kawasan stadion Lumajang. Tidak sedikit pula yang sengaja datang hanya untuk membawa pulang cimol sebagai bekal.
Cimol Gaul Mbak Mila
Satu lagi penjual cimol yang cukup dikenal adalah Cimol Gaul Mbak Mila. Berlokasi di Jl. H. O.S. Cokroaminoto, kedai ini juga meraih rating sempurna 5,0 dari dua ulasan pelanggan. Meski skalanya masih tergolong kecil, rasa cimol buatan Mbak Mila disebut-sebut gurih dengan tekstur pas.
Kedai ini buka mulai pukul 09.30 pagi, cocok bagi mereka yang mencari camilan di jam-jam agak siang. Dengan konsep makanan kecil, cimol di sini kerap dipilih oleh anak sekolah maupun karyawan yang mencari kudapan ringan sebelum melanjutkan aktivitas. Popularitasnya terus meningkat seiring dengan semakin banyaknya pelanggan yang memberikan testimoni positif.
Cimol, Jajanan Sederhana yang Melekat di Hati
Keberadaan cimol di Lumajang membuktikan bahwa makanan ringan khas Jawa Barat ini mampu menembus batas daerah. Setiap penjual menghadirkan ciri khasnya masing-masing, mulai dari cara pengolahan hingga racikan bumbu. Cimol Bojot Alis 2 menawarkan kesederhanaan di lokasi strategis, Cimol Gaul Stadion menyajikan kelezatan dengan variasi rasa, sedangkan Cimol Gaul Mbak Mila menekankan pada rasa gurih dan pelayanan hangat.
Bagi masyarakat Lumajang, berburu cimol bukan sekadar soal mengenyangkan perut, melainkan juga tentang mencari pengalaman rasa yang menyenangkan. Ketiga penjual ini hanyalah sebagian kecil dari banyaknya pedagang cimol yang tersebar di kota. Namun, popularitas mereka menunjukkan bahwa jajanan sederhana tetap punya tempat istimewa di hati masyarakat.
Dengan harga terjangkau, cita rasa unik, dan kemudahan akses, cimol akan terus menjadi pilihan camilan favorit di Lumajang. Kehadirannya juga menambah warna kuliner lokal yang semakin beragam, sekaligus memperkaya pilihan jajanan tradisional yang layak dicoba. (id)
Editor : A. Nugroho