MALANG, RADAR MALANG - Orem‑orem adalah comfort food wajib warga Malang, warung orem yang tersebar di kampung, dekat kampus, dan sekitar stadion membuatnya menjadi ritual kuliner sehari‑hari suporter Arema dan warga setempat.
Mengapa Orem-Orem Malang Menjadi Comfort Food Wajib Komunitas Arema?
Orem-orem konsisten menjadi makanan wajib dan comfort food yang membentuk identitas budaya komunitas Arema di Malang.
Hidangan berkuah santan ini bukan sekadar pengisi perut, melainkan simbol kesederhanaan dan solidaritas masyarakat lokal yang bertahan di tengah gempuran modernisasi kuliner.
Sajian berbahan irisan tempe khas Malang dengan kuah santan kental ini selalu menjadi menu harian warga setempat.
Aroma gurih santan dan tekstur empuk tempe berpadu dengan kuah pedas, memberikan sensasi hangat instan di mulut.
Tambahan tauge segar dan ketupat menciptakan kontras tekstur renyah serta lembut.
Orem-Orem Menjadi Simbol Kehangatan dalam Kehidupan Warga Malang
Bagi masyarakat Malang, orem-orem bukan sekadar menu sarapan atau makan siang, melainkan bagian dari identitas budaya lokal.
Budayawan kuliner menilai makanan tradisional seperti orem-orem memiliki peran penting sebagai penanda identitas daerah karena diwariskan melalui kebiasaan keluarga dan komunitas.
Namun, sebagian pelaku usaha mulai mengurangi penggunaan bumbu segar demi efisiensi produksi.
Langkah tersebut patut dievaluasi karena berpotensi mengurangi cita rasa autentik yang justru menjadi kekuatan utama orem-orem sebagai kuliner khas Malang.
Editor : Aditya Novrian