Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Bulog Malang Target Menyerap 76.000 Ton Gabah Petani

N
DITAMPUNG BULOG: Petani Desa Clumprit, Kecamatan Pagelaran memanen padi di persawahan beberapa waktu lalu.
DITAMPUNG BULOG: Petani Desa Clumprit, Kecamatan Pagelaran memanen padi di persawahan beberapa waktu lalu.

Advertisement

 

KEPANJEN – Badan Urusan Logistik (Bulog) Malang bakal menyerap gabah petani besar-besaran. Tahun ini ditargetkan mampu menyerap hingga 76.000 ton. Hingga triwulan ini sudah terealisasi 32 ribu ton.

Gabah yang dibeli dari petani lokal tersebut kemudian dimasukkan gudang. Penyimpanan berlangsung paling lama sekitar 10 bulan, namun langsung didistribusikan jika sewaktu-waktu dibutuhkan.

Advertisement

“Saat ini ada sekitar 69 ribu ton yang sudah menjadi beras. Sebagian sudah kami salurkan jelang Lebaran beberapa hari lalu,” ujar Kepala Bulog Cabang Malang M. Nurjuliansyah Rahman kemarin (2/4).

Dia mengatakan, Kabupaten Malang menyumbang sekitar 30 persen untuk gabah. Meski dilanda musim hujan, lanjutnya, serapan gabah tetap bisa maksimal. Penyerapan gabah tersebut merupakan bentuk percepatan dari instruksi untuk optimalisasi penyerapan gabah petani.

Selain itu, dia melanjutkan, penyerapan gabah oleh Bulog Malang juga dilakukan untuk memastikan harga gabah di tingkat petani tidak jatuh. Paling tidak stabil di atas Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sebesar Rp 6.500 per kilogram.

Advertisement

“Pantauan harga gabah sekarang ini juga relatif stabil. Hampir tidak ada gabah kering panen di bawah HPP,” lanjut Juliansyah.

Tiap hari penyerapan ke gabah bisa sampai sekitar 1-2 ribu gabah kering. Apalagi awal April ini sudah mulai ada yang panen lagi. Juliansyah optimistis penyerapan gabah tetap bisa optimal.

Bentuk gabah yang diserap Bulog adalah gabah kering panen. Stoknya bakal disimpan di gudang Bulog masing-masing daerah. Baru diolah lagi menjadi beras SPHP dengan kualitas medium yang biasanya disalurkan untuk masyarakat kurang mampu.

Berdasar perkiraan cuaca, April ini bakal masuk musim kemarau. Hal itu menjadi tantangan tersendiri bagi petani di daerah rawan kekeringan. Juliansyah mengaku sudah melakukan penyuluhan terkait itu agar petani tidak sampai gagal panen.

Advertisement

Artikel Terkait

Naskah Akademik Ranperda Kabel Bawah Tanah Batal Dibahas Tahun Ini

Naskah Akademik Ranperda Kabel Bawah Tanah Batal Dibahas Tahun Ini

”Namun karena pertimbangan waktu dan ada beberapa ranperda lain yang naskah akademiknya masuk prioritas, maka tidak jadi (dibahas) tahun ini,” jelas dia.

Urgent, Kepesertaan BPJS yang Nonaktif Bisa Diurus Lebih Cepat

Urgent, Kepesertaan BPJS yang Nonaktif Bisa Diurus Lebih Cepat

”Kalau kondisi urgent, dalam satu jam bisa langsung aktif,” kata dia.

Kepesertaan BPJS Kesehatan 51 Ribu Warga Kota Malang Dinonaktifkan, Penyebabnya Beragam

Kepesertaan BPJS Kesehatan 51 Ribu Warga Kota Malang Dinonaktifkan, Penyebabnya Beragam

Dari total itu, sebanyak 46.531 warga di antaranya berstatus sebagai Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) atau yang iuran BPJS Kesehatan-nya ditanggung pemkot melalui APBD.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer