Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Rp 4,8 Miliar Uang Kabupaten Malang Digondol Koruptor

B

 


Advertisement

Ilustrasi korupsi (jawapos/ist)
Ilustrasi korupsi (jawapos/ist)

 

KEPANJEN – Uang negara miliaran rupiah masih terseret pusaran perkara korupsi, cukai ilegal, hingga pengemplang pajak di Kabupaten Malang. Selama empat tahun terakhir, Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Malang menangani 28 perkara yang merugikan keuangan negara. Dari sederet kasus itu, baru Rp 4,8 miliar kembali ke kas negara.

Advertisement

Perkara-perkara yang ditangani seksi pidsus adalah perkara yang menyebabkan kerugian negara dan diatur dalam undang-undang khusus. Di antaranya korupsi, peredaran rokok tanpa cukai atau minuman beralkohol (minol), dan pengemplang pajak.

Kasi Pidsus Kejari Kabupaten Malang Imam Rahmat Saputra SH MH mengatakan, sejak 2022 lalu, pihaknya sudah melakukan 18 kali penuntutan dan 24 kali eksekusi hukuman terpidana.

“Pada 2025 dan 2023 kami lakukan banyak penuntutan. Tahun 2025 11 perkara, 5 penuntutan dan 6 eksekusi. Kemudian pada 2023 ada 10 perkara yang terdiri atas 3 penuntutan dan 7 eksekusi,” terang Imam kemarin (28/5). Kasus tersebut bukan murni dari kejaksaan. Tapi ada pula yang pelimpahan dari kepolisian.

Advertisement

Jumlah perkara penuntutan dan eksekusi terlihat timpang. Itu karena pada bab eksekusi, perkara dari tahun-tahun sebelumnya baru berkekuatan hukum tetap di tahun itu dan para terpidana dimasukkan dalam lembaga pemasyarakatan (Lapas). Panjangnya proses penanganan karena terpidana melakukan upaya perlawanan hukum.

Salah satu contoh kasus korupsi yang membutuhkan proses panjang adalah dugaan pengadaan komputer fiktif di sekretariat dewan (setwan). Pada 2008 lalu, Rini Pudji Astuti yang menjabat Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Sekretariat DPRD Kabupaten Malang dinyatakan sebagai tersangka. Upaya hukum Kasasi baru inkracht pada 2012, namun karena status tahanan berganti jadi tahanan kota, ia baru dieksekusi pada April 2025 lalu.

Sementara perkara cukai dan pengemplang pajak, dia melanjutkan, jumlahnya tidak banyak. Selama empat tahun pula, jaksa hanya menuntut dan mengeksekusi 10 perkara. Terdiri atas delapan perkara cukai dan minol ilegal.

“Kasus pajak cuma dua itu. Pengemplangan pajak jenis PPN,” kata Imam.

Advertisement

Artikel Terkait

Naskah Akademik Ranperda Kabel Bawah Tanah Batal Dibahas Tahun Ini

Naskah Akademik Ranperda Kabel Bawah Tanah Batal Dibahas Tahun Ini

”Namun karena pertimbangan waktu dan ada beberapa ranperda lain yang naskah akademiknya masuk prioritas, maka tidak jadi (dibahas) tahun ini,” jelas dia.

Urgent, Kepesertaan BPJS yang Nonaktif Bisa Diurus Lebih Cepat

Urgent, Kepesertaan BPJS yang Nonaktif Bisa Diurus Lebih Cepat

”Kalau kondisi urgent, dalam satu jam bisa langsung aktif,” kata dia.

Kepesertaan BPJS Kesehatan 51 Ribu Warga Kota Malang Dinonaktifkan, Penyebabnya Beragam

Kepesertaan BPJS Kesehatan 51 Ribu Warga Kota Malang Dinonaktifkan, Penyebabnya Beragam

Dari total itu, sebanyak 46.531 warga di antaranya berstatus sebagai Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) atau yang iuran BPJS Kesehatan-nya ditanggung pemkot melalui APBD.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer