Proses lelang tiga proyek itu sudah tuntas awal Juni lalu. "Kita memang prioritaskan untuk perbaikan tiga jalan tersebut," ujar Sekretaris DPUBM Kabupaten Malang, Suwignyo kepada Jawa Pos Radar Malang kemarin. Seperti kerusakan jalur Krebet-Gondanglegi yang acap kali mendapat keluhan masyarakat yang banyak beredar di media sosial. Warga sekitar juga sering sambat ke pemerintah desa maupun kecamatan. Untuk perbaikan jalan di jalur tersebut, Pemkab Malang menyiapkan anggaran senilai Rp 11,5 miliar. Pemenang tendernya terpantau mulai mengukur jalan tersebut sebelum pengaspalan.
Sementara untuk ruas jalan Wagir Gunung Kawi, anggaran perbaikan mencapai Rp 17,6 miliar. Sedangkan, jalur Pagak-Sumbermanjing Kulon dikucuri anggaran Rp 9,8 miliar. Menurut Suwignyo, Pemkab Malang terlebih dahulu memberi kabar warga sekitar. "Sebelum proses pengerjaan, kami akan lakukan sosialisasi dulu. Kemungkinan di Krebet akan kami kerjakan malam hari," tambah Suwignyo. Dia mengharap warga sabar. Karena, Pemkab Malang telah menuntaskan lelang pengerjaan. Begitu jalan tuntas diaspal, masyarakat bisa memakai jalan dengan tenang.
Sementara itu, ada sejumlah proyek lain yang sudah masuk LPSE Kabupaten Malang. Nilainya juga miliaran rupiah. Yaitu, rehabilitasi jalan Sumbersuko-Tumpang senilai Rp 2,7 miliar. Lalu, rehabilitasi jalan Talangagung menuju Ngajum dengan anggaran Rp 2 miliar.
Ada pula rehab jalan senilai Rp 5 miliar dari Dana Alokasi Khusus (DAK). Sasaran proyek rehab jalan itu adalah Mangliawan Kecamatan Pakis menuju Tumpang. Sedangkan rehabilitasi Jalur Lingkar Barat (Jalibar) Kepanjen dikucuri Rp 2,8 miliar. Selain proyek-proyek besar ini, ada juga lelang perbaikan jalan.
Namun, nilainya tidak sampai miliaran. Misalnya, proyek peningkatan jalan Klepu-Sekarbanyu senilai Rp 480,8 juta. Atau peningkatan jalan Karangkates-Kalipare senilai Rp 681,7 juta.(fin/nay) Editor : Mardi Sampurno