Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Dewan dan Organda Sayangkan Molornya Program Angkot Pelajar Gratis

B
Penulis: Bayu Mulya Putra❯
Angkot pelajar gratis belum bisa beroperasi hingga Maret 2026.
Angkot pelajar gratis belum bisa beroperasi hingga Maret 2026.

Advertisement

MALANG KOTA – Belum bisa terealisasinya program angkutan pelajar gratis di Kota Malang disayangkan beberapa pihak. Seperti disampaikan anggota Komisi C DPRD Kota Malang Arief Wahyudi. Sesuai janji kepada sopir angkot, dia menyebut program itu bakal berjalan awal tahun 2026. 

Itu merupakan bagian dari kesepakatan sehubungan beroperasinya Bus Trans Jatim di Kota Malang. ”Padahal angkot sudah kooperatif dengan menghendaki beroperasinya Bus Trans Jatim. Pemkot tinggal membahas aturan teknis, ternyata membutuhkan waktu lama,” tutur Arief. 

Dia mendorong perwali segera difinalisasi. Sebab, sebentar lagi sudah terbentur libur sekolah Lebaran. ”Anggarannya sudah tercantum dalam APBD, seharusnya pembahasan aturan tidak perlu terlalu lama. Kami akan soroti nanti pada paripurna pembahasan LKPJ 2025,” tegas Arief. 

Advertisement

Molornya program angkutan pelajar gratis itu juga disayangkan Sekretaris Organda Kota Malang Purwono Tjokro Darsono. Menurut lelaki yang akrab disapa Ipung itu menyebut, para sopir angkot sudah rutin berkomunikasi dengan pemkot.

Saat coba menindaklanjuti ke Dishub Kota Malang, ternyata rancangan peraturan wali kota (ranperwal) tentang angkot pelajar masih belum rampung. ”Demikian juga saat kami diundang untuk bertemu dengan Ibu Diah Ayu Kusumadewi selaku Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah (Setda) Kota Malang pada Februari lalu,” kata Ipung.

Advertisement

Para sopir juga sudah pro-aktif bertanya ke Bagian Hukum Setda Kota Malang. Jawabannya pun senada. Seharusnya, lanjut Ipung, program angkot pelajar gratis sudah didiskusikan tahun lalu secara matang. ”Kasihan teman-teman sopir yang sudah telanjur njagakne (mengandalkan),” sambung Ipung.

Sejauh ini, Ipung menilai perkembangan program angkot pelajar itu masih stagnan. Salah satunya dengan adanya empat koperasi yang nanti dipilih untuk mengelola operasional angkot pelajar. Seluruh koperasi itu juga sudah diundang oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Malang Diah Ayu Kusumadewi pada Februari lalu. 

Ditanya terkait perkembangan mekanisme dari empat koperasi, Ipung menjawab belum ada. Pihaknya juga belum mengetahui koperasi mana yang nanti resmi membantu pengelolaan program angkot pelajar. 

”Kalau dari empat koperasi itu, ada satu koperasi yang didampingi organda. Selebihnya ada tiga koperasi yang sudah lama dibentuk para sopir angkot,” terang Ipung. 

Koperasi yang didampingi organda dibentuk untuk mewadahi para sopir angkot yang belum tergabung dalam tiga koperasi lainnya. Adanya koperasi itu untuk membantu operasional program angkot pelajar. Ipung menambahkan, pihaknya masih menunggu kebijakan dari pemkot. 

Advertisement

Artikel Terkait

3.989 Aset Pemkot Malang Belum Bersertifikat, Dewan: Indikatornya Harus Jelas!

3.989 Aset Pemkot Malang Belum Bersertifikat, Dewan: Indikatornya Harus Jelas!

Penataan aset Pemkot Malang belum tuntas. Hingga tahun 2026, sebanyak 3.989 aset belum bersertifikat. Karena itulah, DPRD Kota Malang meminta percepatan penyelesaian sertifikasi

Dewan Sarankan 260 User Nayumi Sam Tower Bentuk Paguyuban

Dewan Sarankan 260 User Nayumi Sam Tower Bentuk Paguyuban

Sebanyak 260 user Nayumi Sam Tower kembali mengambil langkah. Setelah menggelar aksi damai pada 21 Mei, kemarin (18/6) mereka melakukan hearing bersama Komisi A DPRD Kota Malang.

pertanyakan Konsep KPBU kepada pemkot dan Dewan

pertanyakan Konsep KPBU kepada pemkot dan Dewan

Wacana revitalisasi Pasar Besar (Pabes) dengan skema Kerja Sama Pemerintah Badan Usaha (KPBU) membuat para pedagang penasaran. Kemarin (21/5), Paguyuban Pedagang Pasar Besar Malang (P3BM) meminta penjelasan terkait

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer