
MALANG KOTA -RADAR MALANG- Kebakaran yang berlangsung di TPA Supit Urang berangsur-angsur padam. Jumlah titik api sudah mengalami banyak penurunan. Berdasar informasi yang digali wartawan koran ini, tersisa 30 persen area yang masih muncul titik api dan asap sampai kemarin (6/11).
Meski begitu tim gabungan bertugas di sana tak menurunkan kewaspadaan. Mereka tetap berjaga di TPA Supit Urang, sembari terus melakukan proses pemadaman.
Kepala TPA Supit Urang Putra Dwi Arifandi menyebut bahwa titik api dan asap masih muncul di zona old landfill. Area pembuangan lama di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang umumnya sudah penuh, tidak aktif digunakan untuk pembuangan harian baru, atau sedang dalam tahap penutupan dan reklamasi. ”Tapi jumlahnya sudah berkurang sangat signifikan. Mungkin sekitar 6 titik api,” sebutnya.
Titik api biasanya terlihat pada malam hari. Meski jumlahnya sedikit, pemadaman di zona old landfill tetap memiliki tantangan. Sebab kontur zona old landfill yang berupa medan yang cukup curam sehingga upaya pemadaman harus dilakukan dengan hati-hati.
”Untuk metode pemadaman tetap sama yakni dengan injeksi dan pengerukan,” tutur Putra. Namun untuk water bombing sudah dihentikan sejak Rabu lalu (4/11). Sementara itu untuk zona new landfill sudah semakin stabil.
Putra Dwi Arifandi menjabarkan, saat ini tinggal bara-bara saja untuk zona new landfill. Kendati demikian, pihaknya masih melakukan penyisiran dan pemadaman di TPA Supit Urang. Beberapa upaya tersebut dengan melibatkan hingga 80 personel dari lintas sektor. ”Kami dibantu dari tim DLH Kota Malang, BPBD Kota Malang, Damkar Kota Malang, hingga Damkar Kabupaten Malang,” terang Putra.
Selain personel, ada juga sejumlah armada yang dikerahkan. Seperti mobil penyemprot dan ekskavator. (mel/gp)



