Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Dunia Usaha Kota Malang Melambat selama Triwulan Pertama

A
Penulis: Aditya Novrian❯
DISEWAKAN: deretan ruko di Jalan Pasar Besar yang tutup karena sepi penyewa.
DISEWAKAN: deretan ruko di Jalan Pasar Besar yang tutup karena sepi penyewa.

MALANG KOTA - Aktivitas dunia usaha di Malang Raya selama triwulan pertama 2025 menunjukkan tren melambat.


Advertisement

Khususnya dibanding triwulan keempat 2024.

Hal itu terlihat dari hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) yang dilakukan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Malang.

Hasilnya, nilai Saldo Bersih Tertimbang (SBT) berada di angka 20,81 persen.

Advertisement

Menurun tajam dari 24,19 persen pada triwulan IV 2024.

Kepala KPw BI Malang Febrina mengatakan, perlambatan tersebut disebabkan oleh beberapa faktor.

Seperti rendahnya realisasi belanja pemerintah di awal tahun dan ekspor yang tertahan akibat ketidakpastian global.

Advertisement

”Sektor yang paling terdampak adalah pertanian, kehutanan, dan perikanan,” tuturnya.

Ketiga sektor tersebut tercatat memiliki nilai SBT 5,64 persen.

Kemudian disusul sektor perdagangan besar dan eceran dengan SBT 4,05 persen.

Serta konstruksi dengan SBT 4,53 persen.

Dia menambahkan, investasi juga mengalami perlambatan.

SBT investasi hanya 0,29 persen, jauh di bawah triwulan sebelumnya yang mencapai 18,75 persen.

”Perlambatan ini terjadi karena pengadaan proyek yang masih dalam tahap awal anggaran,” tambahnya.

Sementara kondisi keuangan dunia usaha pun ikut menurun, dengan SBT hanya 0,35 persen, terimbas melemahnya likuiditas, rentabilitas, dan akses kredit.

Meski begitu, Febrina menambahkan, pelaku usaha optimistis akan terjadi peningkatan pada triwulan kedua.

Survei memproyeksikan SBT sebesar 22,88 persen.

Itu didorong oleh sektor pertanian yang memasuki panen raya dan produksi cabai yang meningkat serta proyek konstruksi swasta dan strategis nasional yang mulai berjalan aktif.

Pihaknya juga akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah dan pelaku usaha dalam menjaga stabilitas ekonomi, khususnya mendorong sektor-sektor yang potensial tumbuh pada triwulan II 2025. (dur/adn)

Advertisement
Editor : A. Nugroho
Sumber : Radar Malang

Artikel Terkait

Dunia Usaha Malang Tumbuh pada Triwulan Pertama, Ada Tiga Faktor Pendorong   

Dunia Usaha Malang Tumbuh pada Triwulan Pertama, Ada Tiga Faktor Pendorong  

Perkembangan kegiatan ekonomi di wilayah kinerja Bank Indonesia (BI) Malang tumbuh positif. Berdasar survei kegiatan dunia usaha (SKDU), dalam periode Januari-Maret ada pertumbuhan Saldo Bersih Timbang 22,27 persen.

DPRD Kota Malang Pertanyakan Update Rencana Penataan Kabel dan Pasar Blimbing

DPRD Kota Malang Pertanyakan Update Rencana Penataan Kabel dan Pasar Blimbing

Itu disampaikan lewat rapat paripurna penyampaian pandangan umum fraksi terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) APBD 2027 di DPRD Kota Malang, kemarin (5/11).

25 Dapur MBG di Kota Malang Kembali Beroperasi setelah Di-Suspend

25 Dapur MBG di Kota Malang Kembali Beroperasi setelah Di-Suspend

Sebanyak 25 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Malang sempat berhenti beroperasi akibat terkena sanksi penonaktifan sementara atau suspend dari Badan Gizi Nasional (BGN).

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer