Manajer Marketing Communication Matos Sasmitha Rahayu mengatakan, sebenarnya charging elektronik itu sudah di-launching sejak Mei lalu. Diluncurkannya charging elektronik ini karena di Indonesia mulai masuk mobil listrik.
Memang, untuk Kota Malang, belum ada banyak mobil listrik. Namun, fasilitas ini tetap disediakan. Karena barangkali ada pengunjung dari luar kota yang menaiki mobil listrik dan butuh mengisi daya untuk kendaraanya.
”Dan itu berlaku untuk segala jenis dan merek mobil listrik,” tambahnya.
Fasilitas ini tentunya juga untuk memanjakan pengunjung pemilik mobil listrik yang berbelanja ke Matos. Tak hanya itu, hal tersebut juga untuk menarik daya tarik pengunjung.
”Karena kalau yang dari luar kota yang punya mobil listrik ini, tentunya sudah mendapatkan informasi kalau adanya di Matos, sehingga mereka ke sini,” terangnya.
Dari pantauannya, dari beberapa mobil yang pernah menggunakan fasilitas itu, lama waktunya bermacam-macam. Di antaranya, ada yang setengah jam, satu jam, dua jam, dan ada juga yang sampai 4 jam. ”Ada juga nge-charge sambil ditinggal belanja lama,” bebernya.
Dia berharap, setelah ada fasilitas itu untuk persiapan jangka panjang. Meski saat ini masih relatif sedikit, tetapi ke depannya orang mulai berpikir beralih ke otomotif yang ramah lingkungan.
”Jadi kami mulai adakan fasilitas itu mulai dari sekarang,” tandas dia. (ulf/c1/abm/rmc) Editor : Shuvia Rahma