16 Petugas Damkar Jalani Perawatan Selama Proses Pemadaman TPA

MALANG KOTA, RADAR MALANG - Dampak kebakaran Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Supiturang, Kota Malang tak hanya menjadi ancaman warga sekitar. Petugas di lapangan merupakan pihak yang paling rentan mengalami gangguan kesehatan.
Total Pemkot Malang mencatat 16 petugas harus mendapatkan pertolongan medis selama proses pemadaman TPA Supit Urang. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Makang Husnul Muarif menyampaikan, gangguan pernapasan dan dehidrasi menjadi dua kondisi yang paling diwaspadai.
Petugas yang bekerja di dekat titik kebakaran menghadapi paparan asap sekaligus suhu panas. Aktivitas fisik dan keluarnya keringat berlebihan dapat meningkatkan risiko kekurangan cairan.
"Perhatian khusus kami berikan kepada petugas yang berada di ring satu. Mereka memiliki risiko lebih tinggi terpapar asap," tutur Husnul. Untuk mendukung pertolongan cepat, enam ambulans disiapkan dengan oksigen portabel yang dapat dibawa ke lolokasi
Peralatan tersebut digunakan untuk membantu petugas yang mengalami gangguan pernapasan sebelum mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut. “Oksigen portabel itu kami siapkan di TKP dari enam ambulans,” ucap Husnul
Baca Juga: 8 Hektare Area Terdampak, Pemkot Malang Dugaan Pembakaran Lahan di TPA Supit Urang
Dia menjelaskan, apabila persediaan oksigen portabel habis. Petugas yang membutuhkan bantuan akan ditarik untuk mendapatkan tambahan oksigen melalui ambulans.“Kalau membutuhkan penanganan lebih lanjut, kita kirim ke puskesmas,” imbuhnya.



