MALANG KOTA - Kendaraan listrik menjadi tren di masyarakat lantaran disebabkan beberapa faktor. Selain efisien biaya operasional, juga ada subsidi pembelian dari pemerintah. Untuk satu unit motor listrik, subsidinya Rp 7 juta.
Hal itu terlihat dari banyaknya calon pembeli motor listrik yang mendaftar sebagai penerima subsidi. Bagi calon pembeli yang tidak lolos verifikasi, beberapa di antaranya membatalkan transaksi pembelian.
Subsidi Rp 7 juta per unit tersebut diatur dalam Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 6 Tahun 2023 tentang Pedoman Pemberian Bantuan Pemerintah untuk Pembelian Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai Roda Dua. Dengan beberapa kriteria. Di antaranya ialah penerima Kredit Usaha Rakyat (KUR), penerima Banpres Produktif Usaha Mikro (BPUM), Penerima Bantuan Subsidi Upah (BSU), dan juga penerima subsidi listrik 900 VA.
Total terdapat 25 tipe motor listrik disubsidi. Tapi yang masuk Malang raya hanya 5 tipe. Yakni Tempur dengan harga Rp 11,5 juta. Harga tersebut sudah termasuk subsidi Rp 7 juta dari pemerintah. Kemudian tipe lain adalah Zuzu dengan harga Rp 12,9 juta, Volta 401 dengan harga Rp 9,95 juta, Selis E Max Rp 13,5 juta, dan Selis Agats dengan harga Rp 21,7 juta. Namun hingga kini masih sedikit pembeli yang menikmati subsidi tersebut.
Store Manager Mitra Sejati E-Bike Robby Irawan memaparkan, sementara ini hanya 5 pembeli yang menikmati subsidi tersebut. Padahal di tokohnya ada 80 pembeli yang lolos pengecekan NIK untuk pendaftaran penerima subsidi. "Mereka masih menunda ambil unit karena menunggu uang terkumpul," ujar Irawan.
Dia mengungkap, ada pembeli yang terpaksa mengundurkan diri karena masih belum bisa kredit. Sedangkan empat sisanya memilih unit dengan sistem pembayaran cash setelah berpikir cukup lama. "Di Malang ini belum ada leasing yang bisa memberikan kredit," ungkap dia.
Dia mengatakan, pembeli motor listrik (molis) di tokonya dari berbagai kalangan, terutama usia sekitar 30 tahun. "Biasanya digunakan untuk berangkat ke tempat kerjanya yang berjarak dekat,” kata dia. Sementara untuk sepeda listrik banyak yang beli untuk anaknya sekolah.
Terpisah, Admin Selis Center Malang Nurul Hidayah menyebutkan di tokonya terdapat delapan orang yang melakukan verifikasi, namun hanya dua yang lolos. Berbeda dengan Mitra Sejati E-Bike yang terdaftar di Sisapira dengan alamat toko yang ada di Kota Malang, Selis Center penjualannya terpusat di Jakarta. Sehingga pengecekan NIK atau verifikasi harus melalui server toko yang ada di Jakarta. "Dari dua yang lolos, hanya satu yang jadi ambil subsidi," terang Hidayah. Hidayah menambahkan, Selis bekerja sama dengan Pegadaian dan BRI Finance. Namun, saat ini masih menunggu pembaruan mekanisme dari keduanya. (dur/dan)
Editor : Mahmudan