Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mahasiswa Rentan Academic Burnout: Kenali Gejalanya

S
Aktivitas belajar dengan beban akademik tinggi dapat meningkatkan risiko burnout pada mahasiswa. (Foto: Pexels)
Aktivitas belajar dengan beban akademik tinggi dapat meningkatkan risiko burnout pada mahasiswa. (Foto: Pexels)

Advertisement

 MALANG, RADAR MALANG - Mahasiswa semakin rentan mengalami academic burnout akibat tekanan tugas, tuntutan prestasi, dan ritme belajar yang tidak seimbang. Fenomena ini penting diperhatikan karena berdampak langsung pada kesehatan mental dan kualitas pembelajaran.

Apa Itu Academic Burnout?

Advertisement

Menurut American Psychological Association, academic burnout adalah kondisi ketika pelajar merasa lelah secara mental terhadap tuntunan studi dan merasa tidak kompeten. Burnout sering dikaitkan dengan ketidakpuasan dan rendahnya komitmen terhadap belajar.

Academic burnout tidak hanya menurunkan fokus, tetapi juga memengaruhi motivasi belajar. Mahasiswa yang mengalami kondisi ini cenderung merasa jenuh, kehilangan minat, dan kesulitan dalam menyelesaikan tugas secara optimal.

Penyebab Utama Academic Burnout

Advertisement

Beban tugas menuntuk mahasiswa untuk beristirahat, memulihkan diri, dan mengembalikan keseimbangan di kehidupan kuliah. Oleh karena itu, diperlukan kontrol untuk menentukan apa yang bisa mereka lakukan dan kapan mereka bisa melakukannya tanpa harus mencapai titik kelelahan.

Selain itu, kurangnya apresiasi juga menjadi salah satu penyebab terjadinya academic burnout. Apresiasi sering terlupakan dan sulit didapatkan bagi mahasiswa. Dengan demikian, validasi dari dosen, keluarga, kampus, dan teman menjadi hal yang penting.

Solusi dan Upaya Pencegahan

Jika gejala di atas terasa akrab, berikut adalah beberapa solusi yang dapat dilakukan.

Evaluasi kebiasaan sehari-hari. Perhatikan daftar tugas dan pertimbangkan apakah tugas tersebut dapat dikerjakan dan diselesaikan secara realistis.

Temukan dukungan sosial melalui teman dan orang tua. Berinteraksi dengan orang terdekat dapat mengurangi efek academic burnout.

Atur jadwal waktu secara realistis dan pastikan porsi istirahat dan olahraga yang cukup.

Burnout akademik merupakan fenomena nyata yang perlu disadari sejak dini. Dengan pemahaman yang tepat, mahasiswa dapat menjaga keseimbangan antara tuntutan akademik dan kesehatan diri.

Advertisement
Editor : Aditya Novrian

Artikel Terkait

Tinggalkan Hustle Culture, Tren Soft Living Mulai Dilirik Generasi Muda demi Kesehatan Mental

Tinggalkan Hustle Culture, Tren Soft Living Mulai Dilirik Generasi Muda demi Kesehatan Mental

Banyak orang mulai menyadari bahaya burnout, yaitu kondisi kelelahan fisik dan mental secara ekstrem, sehingga memilih beralih dari hustle culture menuju soft living. 

3 Tips Menjaga Work-Life Balance agar Terhindar dari Burnout di Era Kerja Serba Cepat

3 Tips Menjaga Work-Life Balance agar Terhindar dari Burnout di Era Kerja Serba Cepat

Menjaga work-life balance penting untuk mencegah burnout. Simak tiga tips sederhana agar kesehatan mental tetap terjaga di tengah tuntutan kerja yang semakin padat.

Time Blocking Jadi Andalan Gen Z, Cara Mengatur Waktu agar Tidak Mudah Burnout

Time Blocking Jadi Andalan Gen Z, Cara Mengatur Waktu agar Tidak Mudah Burnout

Kesibukan kuliah, pekerjaan, hingga aktivitas organisasi membuat banyak anak muda mulai menerapkan metode time blocking. Teknik manajemen waktu ini dilakukan dengan membagi jadwal harian agar lebih terstruktur.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer