Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Dari Koyor Kenyal hingga Daging Empuk, Ini Dua Sate Sapi Andalan di Malang

I
Penulis: Itsna Puteri❯
Sate koyor Sapiroso dan Sate Gebug 1920, dua sajian sate di Malang dengan karakter dan tekstur yang berbeda (sumber: maps @Fransisca Nuning)
Sate koyor Sapiroso dan Sate Gebug 1920, dua sajian sate di Malang dengan karakter dan tekstur yang berbeda (sumber: maps @Fransisca Nuning)

Advertisement


MALANG, RADAR MALANG – Biasanya sate itu menggunakan daging ayam atau kambing, tapi di Malang ada pilihan yang sedikit berbeda. Pecinta sate bisa mencoba sate koyor di Sapiroso atau mencicipi sate gebug yang terkenal dan menjadi menu legendaris di Sate Gebug 1920. Kedua makanan itu menggunakan bahan dasar yang sama, yaitu sapi, namun memberikan pengalaman makan yang berbeda.

Sapiroso di Jalan Letjend S. Parman No.143, Purwantoro, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, adalah tempat yang terkenal menyajikan berbagai masakan dari sapi dan bagian dalamnya. Salah satu makanan yang menarik perhatian adalah sate koyor.

Advertisement

Koyor adalah bagian yang berurat dan berlemak serta memiliki tekstur yang khas. Ketika dijadikan sate, bagian ini memberikan rasa lembut dan aroma lezat yang berbeda dari sate daging pada umumnya. Potongan daging yang sudah koyor dan dibakar memberikan aroma yang lebih terasa, namun teksturnya tetap menjadi daya tarik utama bagi orang yang suka makanan dari sapi.

Berbeda dengan Sapiroso, Sate Gebug 1920 yang berlokasi di Jalan Jenderal Basuki Rahmat No.113A, area Kayutangan, Malang, masih tetap menjadikan sate daging sapi sebagai menu utamanya. Warung ini sudah ada sejak tahun 1920 dan teknik cara memasaknya adalah asal usul nama warung tersebut.

Daging sapi harus dipukul atau digebug terlebih dahulu sebelum dimasak. Proses itu membuat daging menjadi lebih lembut, sehingga menghasilkan sate yang teksturnya lebih lembut. Potongan dagingnya agak tebal dan menjadi ciri khas yang membedakan sate ini dari sate-sate lainnya.

Advertisement

Dari kedua pilihan itu, Sate Koyor Sapiroso cocok untuk orang yang suka tekstur yang kenyal, rasanya gurih, dan sedikit lemak. Sate Gebug 1920 lebih cocok untuk penggemar daging sapi yang lembut dengan rasa sate yang klasik.

Jadi, kalau sedang mencari makanan sate di Malang, jangan hanya memperhatikan sate ayam saja. Sate koyor Sapiroso dan Sate Gebug 1920 memberikan dua pilihan yang berbeda namun sama sama menarik untuk dicoba.

 

 

 

Advertisement
Editor : Aditya N. Rian
Sumber : sumber dari berbagai sumber

Artikel Terkait

Snackpacking di Malang, Ini Jajanan Pasar yang Layak Diburu Gen Z

Snackpacking di Malang, Ini Jajanan Pasar yang Layak Diburu Gen Z

Snackpacking lagi ramai di kalangan Gen Z. Intip jajanan pasar Malang di Pasar Klojen dan Oro-Oro Dowo yang layak diburu.

Mirip Ayam, Padahal Jamur: Menu “Daging” Nabati di Malang yang Bikin Penasaran

Mirip Ayam, Padahal Jamur: Menu “Daging” Nabati di Malang yang Bikin Penasaran

Mirip ayam tapi dari jamur. Intip menu “daging” nabati di Waroeng SA, Meta Vegetarian, hingga Depot Asri di Malang.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer