Cafe ini berdiri sejak bulan Desember yang berlokasi tepatnya di Jalan Gelora Bunga Area Belakang, Sidomulyo, Batu. Pengunjung yang datang di café ini bisa dibilang cukup ramai, terutama di weekend (Sabtu dan Minggu). Berada di kawasan kebun bunga, cafe ini beroperasi mulai pukul 12.00 hingga 20.00 malam.
“Konsep Café Djoeragan itu, lebih ke pedesaan. Jadi arsitekturnya joglo dan gazebo. Makanan sendiripun juga disesuaikan sama konsepnya jadi ya ada nasi jagung, klepon, jemblem,” jelas Fiona Febby, Owner Djoeragan saat ditemui Jawa Pos radar Malang, Rabu (10/3).
Café ini bukan hanya menyajikan pemandangan, namun juga memberikan kesan tradisional. Dari segi bangunan, pengunjung dapat dengan nyaman menikmati suasana dengan duduk di kursi dalam joglo dan juga gazebo bukan hanya itu, mereka juga bisa menikmati makanan tradisional yang saat ini sulit didapatkan dengan harga yang terjangkau mulai dari Rp 12 ribu sampai Rp 30 ribu.
“Nama dari Café Djoeragan ini sendiri juga memiliki makna, sebenernya karena kita nganggep tamu atau pengujung yang datang itu sebagai juragan kita. Bukan yang punya nih yang jadi juragan. Inspirasinya, dari ungkapan 'tamu adalah raja'," jelas Febby.
Tak kalah menarik, bagi pengunjung yang tertarik membawa oleh-oleh bunga segar, bisa membeli di kebun yang berada satu kompleks dengan cafe.
“Pengunjung bisa menikmati pemandangan hamparang Gunung Arjuna dan Panderman. Termasuk bisa membeli bunga di kebun bunga,” pungkasnya.
Pewarta : Khrisna Ambar Editor : Shuvia Rahma