MALANG - Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI Kantor Wilayah 18 Malang terus memperkuat komitmennya dalam mendorong digitalisasi dan inklusi keuangan melalui program Branding BNI di Pasar Sawojajar, Kota Malang pada Kamis, (16/4). Program ini menjadi bagian dari sinergi strategis antara BNI dan Pemerintah Kota Malang dalam menghadirkan pasar tradisional yang lebih modern, bersih, dan berbasis digital.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Wali Kota Malang Wahyu Hidayat, Ketua DPRD Kota Malang Amithya Ratnanggani Sirraduhita, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Malang Indra Kuspriyadi, Kepala Bagian Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan 1 OJK Retno Heruwati, Kepala Diskoperondag Kota Malang Eko Sri Yuliadi beserta jajaran pemerintah daerah sebagai bentuk dukungan bersama terhadap penguatan ekonomi kerakyatan.
Pemimpin BNI Wilayah 18 Malang Soesetyo Priharjanto, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pasar tradisional memiliki peran vital sebagai penggerak utama ekonomi masyarakat. Oleh karena itu, transformasi pasar menjadi lebih modern dan adaptif terhadap teknologi merupakan langkah penting untuk menjaga daya saing pelaku usaha, khususnya UMKM.
Sebagai bentuk dukungan dalam program ini, BNI menyerahkan 1 unit SPAM, troli, keranjang belanja, Branding Pasar dengan tema wondrful Market untuk menunjang kenyamanan pedagang dan pembeli di pasar, serta menghadirkan berbagai inisiatif digital, di antaranya:
- Implementasi transaksi non-tunai berbasis QRIS
- Penyediaan layanan perbankan yang mudah diakses
- Edukasi keuangan bagi pedagang dan masyarakat
- Dukungan pembiayaan bagi pelaku usaha
“BNI tidak hanya menghadirkan perubahan fisik pada pasar, tetapi juga membangun ekosistem digital yang mampu meningkatkan efisiensi transaksi dan memperluas akses keuangan bagi para pedagang,” ujar Soesetyo.
Transformasi Pasar Sawojajar ini diharapkan dapat menjadi role model bagi pengembangan pasar tradisional lainnya di Indonesia. Dengan konsep yang lebih tertata, bersih, serta terintegrasi dengan sistem pembayaran digital, pasar tidak hanya menjadi pusat aktivitas ekonomi, tetapi juga ruang publik yang nyaman bagi masyarakat.
Lebih lanjut, BNI meyakini bahwa kolaborasi antara sektor perbankan, pemerintah, dan masyarakat merupakan kunci utama dalam menciptakan ekosistem ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Ke depan, BNI akan terus memperluas program serupa di berbagai daerah sebagai bagian dari upaya mendukung transformasi digital nasional dan meningkatkan kesejahteraan pelaku UMKM.
Editor : A. Nugroho