KABUPATEN — Pimpinan Pondok Pesantren Thoriqul Jannah Gus Idris Al Marbawy dan keluarganya pulang dengan suka cita dari ibadah haji pada Jumat (28/6).
Kedatangan ulama yang dikenal aktif merangkul berbagai lapisan masyarakat itu disambut meriah oleh ratusan jamaah di kediamannya, Desa Babadan,
Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang.
Momen kepulangan kali ini bertepatan dengan hari ulang tahun putra pertamanya Gus Haddad.
Acara tersebut juga diramaikan oleh pertunjukan kesenian Bantengan yang dipentaskan oleh Team Mberot Satryo Mboyz Mama Lela.
Baca Juga: Gus Idris Bangun Masjid Untuk Umat, Bupati Malang Dan Tokoh Agama Mengapresiasi
Gus Idris dalam sambutannya, berharap dapat terus merangkul berbagai kalangan.
”Meskipun ada yang menilai berbeda karena ada bantengan, ini semata-mata upaya untuk memperluas jangkauan misi dakwah yang saya emban dengan tetap memegang teguh nilai-nilai kebaikan, kasih sayang, dan persatuan lintas lapisan masyarakat,” ujarnya.
Ketua Dewan Perwakilan Mahasiswa Universitas Islam Malang (Unisma) periode 2023 Sholeh Jamalullail menjelaskan, metode dakwah yang digunakan Gus Idris ini terkenal dengan pendekatan yang lemah lembut.
”Beliau merupakan ulama Ahlussunnah Wal Jamaah yang konsisten dalam dakwahnya yang penuh kasih dan kelembutan, sehingga mendapat sambutan hangat dari masyarakat yang mendengarkannya,” tambahnya.
Dengan setiap kesempatan dalam dakwahnya, Gus Idris selalu mengajak umat Islam untuk memelihara nilai-nilai luhur Islam.
Yakni dengan fokus pada cinta dan kasih sayang kepada sesama.
Acara tersebut mencerminkan komitmen Gus Idris dalam menjalankan perannya sebagai pemimpin spiritual yang terbuka dan dekat dengan masyarakat.
Serta menjunjung tinggi nilai-nilai kebersamaan dan persatuan. (*/adn)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana