Nasional Internasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Peristiwa Olahraga Wisata-Kuliner Ekonomi-Bisnis Opini Pendidikan Politik Sosok

Sering Terjadi! Ini Penyebab Kolestrol Naik Usai Lebaran

Marsha Nathaniela • 2026-03-24 14:40:00
Ilustrasi laporan hasil tes kolestrol. (Freepik).
Ilustrasi laporan hasil tes kolestrol. (Freepik).

MALANG KOTA, RADAR MALANG – Kolestrol merupakan salah satu komponen dalam membentuk lemak. Secara umum, kolestrol berfungsi untuk membangun dinding dalam sel (membran sel). Ia juga berperan penting dalam memproduksi hormon seks, vitami D, serta menjalankan fungsi saraf dan otak.

Namun, jika kadar kolestrol dalam tubuh darah tinggi memicu risiko terjadinya penyakit arteri koroner. Oleh karena itu, saat momen lebaran kadar kolestrol sering meningkat karena asupan makanan yang tidak tepat.

Umumnya kolestrol berasal dari lemak hewani, seperti daging kambing dan telur, lemak nabati, yakni santan dan minyak kelapa, serta lemak jenuh yang terkandung dalam mentega dam minyak sawit.

Menurut penelitian yang dilakukan oleh Restyani (2015), lemak jenuh dapat meningkatkan kadar kolestrol.

Sementara, saat lebaran sebagian orang cenderung membalaskan dendam untuk makan sepuasnya. Mereka merasa bebas makan apapun sehingga asupan dalam tubuh tidak terkontrol.

Berikut tiga penyebab kolestrol naik setelah lebaran.

1. Makan Tidak Terkontrol

Hari Raya Idulfitri seperti dianggap sebagai cheat day setelah menjalani puasa satu bulan penuh. Hal ini yang membuat individu tidak mengontrol asupan makanannya. Namun, makanan dan minuman yang mengandung lemak jenuh dan lemak trans dapat memicu kenaikan kolestrol.

Kurangi mengonsumsi rendang, opor ayam, serta makanan bersantan lainnya yang dapat membuat kadar kolestrok menukik.

2. Sindrom Metabolik

Sindrom ini merupakan kondisi medis yang bisa meningkatkan risiko penyakit jantung. Situasi ini ditandai dengan kenaikan tekanan darah, gula darah, serta lemak dalam tubuh.

Hal tersebut dapat terjadi ketika perut yang tidak terisi makanan selama seharian, mendadak penuh dengan makanan yang tidak sehat. Misalnya, setelah mengonsumsi minuman yang manis, Anda melanjutkan dengan makan hidangan berlemak saat puasa maupun lebaran.

Baca Juga: Jatim Park 2 Punya Wahana Baru! Drive Thru Park Cara Santai Nikmati Wisata Edukatif Tanpa Turun Kendaraan

3. Kekurangan Taurin

Taurin merupakan jenis asam amino yang berfungsi untuk mengendalikan kadar kolestrol jahat dalam darah dan liver.

Saat berpuasa, seseorang mungkin saja kekurangan taurin (zinc dan vitamin A). Makanan yang tinggi taurin dapat diperoleh dalam bayam, brokoli, dan jamur.

Oleh karena itu, konsumsilah makanan yang mengandung zinc dan vitamin A agar kolestol dapat dikendalikan.

Momen lebaran jangan dijadikan ajang balas dendam karena dapat meningkatkan kadar kolestrol. Dianjurkan untuk mengurangi konsumsi makanan yang berlemak, memperbanyak makan buah dan sayur, serta melakukan aktivitas fisik guna menjaga kestabilan kolestrol.

Editor : Aditya Novrian
#Kolestrol #lebaran