Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Dekan FK UB Ingatkan Tenaga Kesehatan di Malang Ikut Vaksin Campak karena Rawan Terpapar

Nabila Amelia • Selasa, 31 Maret 2026 | 19:11 WIB
Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FK UB) Prof Dr dr Wisnu Barlianto MSi Med SpA(K)
Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FK UB) Prof Dr dr Wisnu Barlianto MSi Med SpA(K)

MALANG KOTA, RADAR MALANG – Kasus campak tidak hanya menimpa anak-anak. Baru-baru ini, seorang dokter berusia 26 tahun yang bertugas di rumah sakit di Kabupaten Cianjur meninggal dunia akibat penyakit ini.

Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FK UB) Prof Dr dr Wisnu Barlianto MSi Med SpA(K) menekankan bahwa tenaga kesehatan memang termasuk kelompok yang rawan terpapar campak dari pasien.

“Tenaga kesehatan harus memiliki kekebalan,” ujarnya.

Baca Juga: Awal April Dinkes Kota Malang Gelar Imunisasi Kejar Campak

Kekebalan terhadap campak dapat diperoleh melalui imunisasi. Namun, belum semua masyarakat memiliki kesadaran untuk melengkapi status imunisasi, bahkan hingga usia dewasa. Imunisasi campak idealnya dilakukan saat bayi berusia 9 bulan, kemudian dilanjutkan pada usia 18 bulan, dan saat sekolah dasar.

“Kalau belum pernah sama sekali, dewasa harus divaksin dua kali. Jika sudah pernah, cukup booster satu kali,” jelas Wisnu.

Hingga kini, belum ada edaran yang mewajibkan tenaga kesehatan untuk mendapatkan booster vaksin campak. Meski demikian, booster tetap dapat diakses di fasilitas kesehatan bagi tenaga medis atau masyarakat yang membutuhkannya.

Baca Juga: Kota Malang Bentengi 12 Ribu Anak dari Wabah Campak

Selain imunisasi, tenaga kesehatan juga perlu perlindungan tambahan, seperti penggunaan alat pelindung diri (APD) dan ketersediaan ruang isolasi yang memadai.

“Jika tidak ditangani dengan baik, campak bisa menimbulkan komplikasi serius, seperti gangguan pada otak atau paru-paru,” tutur Wisnu.

Pakar ini juga mengingatkan masyarakat, termasuk tenaga medis, untuk mewaspadai gejala campak, seperti batuk, pilek, demam, dan ruam kemerahan pada kulit. Gejala biasanya muncul pada hari keempat hingga kelima setelah terpapar, dan tidak berbeda antara anak-anak maupun orang dewasa.

Editor : Aditya Novrian
#BERITA RADAR MALANG HARI INI #Kesehatan #campak #UB #radar malang