Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

3 Ruangan SD Terimbas Tanah Bergerak

Mardi Sampurno • Selasa, 6 Desember 2022 | 19:19 WIB
BUTUH PERHATIAN: Bagian toilet siswa di SDN 4 Gunungsari, Kota Batu sudah ambrol sejak Sabtu (3/12). Pergerakan tanah menjadi penyebabnya.
BUTUH PERHATIAN: Bagian toilet siswa di SDN 4 Gunungsari, Kota Batu sudah ambrol sejak Sabtu (3/12). Pergerakan tanah menjadi penyebabnya.
KOTA BATU - Kondisi bangunan SDN 4 Gunungsari, Kota Batu, makin memprihatinkan. Pergerakan tanah mulai merusak beberapa bagian dari sekolah yang berada di Dusun Brau, Desa Gunungsari, Kecamatan Bumiaji itu.

Setelah toilet siswa ambrol Sabtu lalu (3/12), kini ada dua ruangan yang terancam rusak. Yakni ruang guru dan kepala sekolah

Dari pantauan koran ini, tampak dinding di ruangan itu mengalami beberapa keretakan. Di bagian lantai juga terdapat lubang-lubang kecil akibat pergerakan tanah.

Kepala SDN Gunungsari 4 Siti Roichatul Khasanah menyampaikan, sebenarnya pergeseran tanah itu sudah berlangsung sejak Jumat lalu (2/12). Namun pada keesokan harinya keadaan semakin parah. Sehingga dinding toilet sekolah ambrol. ”Kami tahu pas hari Minggu (4/12). Ketika penjaga mengecek, ternyata temboknya sudah ambruk. Pas Jumat hanya atap saja (yang jatuh),” kata dia.

Dia mengakui bila pergeseran tanah itu juga merembet ke dua ruangan di sebelah kamar mandi. Yakni ruang guru dan kepala sekolah. ”Sementara waktu, karena anak-anak masih ujian, kami harus tetap berada di ruangan yang sebenarnya rawan. Tapi mau bagaimana lagi,” ucap Siti pasrah.

Rencananya, setelah ujian sekolah rampung, ruang guru akan segera dipindahkan ke ruang kelas. Itu dilakukan agar lebih aman ketika ada pergerakan tanah susulan. Sementara itu, di sekolah tersebut hanya ada tiga kelas. Karena keterbatasan lahan, satu ruangan dipakai dua kelas dan hanya dipisahkan oleh sekat. Dengan rencana dipindahkannya kantor ke ruang kelas, itu membuat jumlah ruangan siswa lebih sedikit.

”Nanti kalau tidak cukup di ruang kelas, anak-anak bisa belajar di musala, karena jumlah murid di sini tidak terlalu banyak,” tutur Siti. Total ada 44 murid di lembaga pendidikan itu. Sementara gurunya berjumlah 8 orang.

Sebelumnya, Kepala BPBD Kota Batu Agung Sedayu menyebut bila pergerakan tanah di sana karena curah hujan tinggi di Desa Gunungsari. ”Jadi, tanah di bawah bangunan sekolah itu jenuh air, sehingga kehilangan daya penopang,” jelasnya. Beberapa langkah sudah dilakukan mereka. Selain berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Kota Batu, BPBD juga sudah menyiapkan tiga tenda pengungsian berukuran 6 x 12 meter. Bila dibutuhkan, tenda itu bisa digunakan sebagai pengganti ruang kelas sementara. (adk/by) Editor : Mardi Sampurno
#SDN 4 Gunungsari #Kota Batu #dusun brau kota batu #tanah gerak #Kondisi Bangunan