Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Kasus DBD 2022 Melonjak Drastis

Mardi Sampurno • Sabtu, 7 Januari 2023 | 04:15 WIB
MENINGKAT SIGNIFIKAN: Jumlah kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) meningkat di tahun 2022 lalu. Ada sekitar 157 orang yang terpapar penyakit tersebut.
MENINGKAT SIGNIFIKAN: Jumlah kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) meningkat di tahun 2022 lalu. Ada sekitar 157 orang yang terpapar penyakit tersebut.
BATU - Kasus demam berdarah di Kota Batu tahun 2022 meningkat signifikan jika dibandingkan dengan 2021 lalu. Selama 2022, ada 151 orang yang terkena demam berdarah dengue (DBD), 7 orang mengalami dengue shock syndrome (DSS), dan sebanyak 251 orang terkena demam dengue (DD). Bahkan, tercatat ada 2 orang yang meninggal dunia. Sementara, pada 2021 tercatat 19 orang mengalami DBD, 46 orang terkena DD, dan tak ada kasus kematian.

Kabid Pencegahan Pengendalian Penyakit dan Penanganan Bencana Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batu dr Susan Indahwati mengatakan, cuaca ekstrem khususnya musim hujan sangat memengaruhi daya tahan tubuh seseorang. Apalagi, dengan adanya perubahan cuaca maka ancaman kuman hingga penyakit pun semakin intens.

“Musim hujan ini penyakit yang rentan adalah DBD, tipes, infeksi saluran napas (ISPA), dan sebagainya,” terangnya.

Menurut Susan, dalam kasus demam berdarah ada tiga hal yang harus dipahami oleh masyarakat. Jika DBD itu tandanya muncul bintik-bintik kemerahan. Sedangkan, DSS itu seseorang akan mengalami shock karena tekanan darahnya tinggi. Kemudian, jika DD itu gejalanya hanya demam panas dua hari tidak kunjung turun meskipun diberikan obat penurun panas.

“Tahun 2021, tak ada kasus meninggal dunia karena DBD di Batu. Namun, pada 2022 ini ada 2 orang meninggal dunia (usia 8 tahun) karena DSS,” ungkapnya kepada wartawan Jawa Pos Radar Malang, kemarin (5/1).

Kepala Dinkes Batu drg Kartika Trisulandari menyampaikan, upaya untuk mencegah penyakit DBD adalah pemberantasan sarang nyamuk (PSN). Karena, angka bebas jentik (ABS) yang diharapkan adalah di atas 95 persen. Bersyukur, ABS di Kota Batu selama tahun 2021 hingga 2022 menyentuh 97 persen.

Saat memberantas sarang nyamuk itu tindakannya harus benar-benar tepat. Jangan sampai menggunakan fogging yang membahayakan anak-anak dan sekitar. “Ya, fogging itu kan alternatif terakhir. Tapi, saat fogging anak-anak harus diungsikan,” paparnya.

Selain itu, dia memaparkan, upaya meminimalisir kasus DBD yakni dengan meningkatkan koordinasi dengan contact person rumah sakit (RS). Sehingga data penyakit DBD, DSS, maupun DD dapat segera disampaikan ke Dinkes Kota Batu untuk selanjutnya dilakukan penyelidikan epidemiologi (PE). Hal ini sebagai upaya memutus rantai penyebaran kasus DBD dengan meningkatkan kewaspadaan masyarakat.

“Kami berharap masyarakat harus peduli dengan kebersihan lingkungan sekitarnya. Selain itu, puskesmas secara berkala harus melakukan pemantauan jentik bersama kader jumantik di setiap desa atau kelurahan se-Kota Batu,” tandasnya. (ifa/lid) Editor : Mardi Sampurno
#jawa pos radar malang #Demam Dengue (DD) #Kota Batu #Demam Berdarah Dengue #DBD #Dengue Shock Syndrome (DSS)