Kabid Pencegahan Pengendalian Penyakit dan Penanganan Bencana Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batu dr Susan Indahwati mengatakan, cuaca ekstrem khususnya musim hujan sangat memengaruhi daya tahan tubuh seseorang. Apalagi, dengan adanya perubahan cuaca maka ancaman kuman hingga penyakit pun semakin intens.
“Musim hujan ini penyakit yang rentan adalah DBD, tipes, infeksi saluran napas (ISPA), dan sebagainya,” terangnya.
Menurut Susan, dalam kasus demam berdarah ada tiga hal yang harus dipahami oleh masyarakat. Jika DBD itu tandanya muncul bintik-bintik kemerahan. Sedangkan, DSS itu seseorang akan mengalami shock karena tekanan darahnya tinggi. Kemudian, jika DD itu gejalanya hanya demam panas dua hari tidak kunjung turun meskipun diberikan obat penurun panas.
“Tahun 2021, tak ada kasus meninggal dunia karena DBD di Batu. Namun, pada 2022 ini ada 2 orang meninggal dunia (usia 8 tahun) karena DSS,” ungkapnya kepada wartawan Jawa Pos Radar Malang, kemarin (5/1).
Kepala Dinkes Batu drg Kartika Trisulandari menyampaikan, upaya untuk mencegah penyakit DBD adalah pemberantasan sarang nyamuk (PSN). Karena, angka bebas jentik (ABS) yang diharapkan adalah di atas 95 persen. Bersyukur, ABS di Kota Batu selama tahun 2021 hingga 2022 menyentuh 97 persen.
Saat memberantas sarang nyamuk itu tindakannya harus benar-benar tepat. Jangan sampai menggunakan fogging yang membahayakan anak-anak dan sekitar. “Ya, fogging itu kan alternatif terakhir. Tapi, saat fogging anak-anak harus diungsikan,” paparnya.
Selain itu, dia memaparkan, upaya meminimalisir kasus DBD yakni dengan meningkatkan koordinasi dengan contact person rumah sakit (RS). Sehingga data penyakit DBD, DSS, maupun DD dapat segera disampaikan ke Dinkes Kota Batu untuk selanjutnya dilakukan penyelidikan epidemiologi (PE). Hal ini sebagai upaya memutus rantai penyebaran kasus DBD dengan meningkatkan kewaspadaan masyarakat.
“Kami berharap masyarakat harus peduli dengan kebersihan lingkungan sekitarnya. Selain itu, puskesmas secara berkala harus melakukan pemantauan jentik bersama kader jumantik di setiap desa atau kelurahan se-Kota Batu,” tandasnya. (ifa/lid) Editor : Mardi Sampurno