Setidaknya, 60 rompi disiapkan oleh kepolisian untuk pewarta yang meliput aksi tolak omnibus law. "Ini sebagai respon dari aksi pewarta Senin (19/9) kemarin. Supaya meliput dengan aman," terang Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Leonardus Simarmata. Dalam pelaksanaannya, karena melibatkan personel dari luar Kota Malang, pengenaan rompi ini digunakan sebagai penanda non demonstran. "Biar tidak ada miskomunikasi antara wartawan dan aparat," tambahnya.
Pihaknya pun mengetahui mengenai insiden pewarta yang mendapat intimidasi saat aksi Kamis (8/10) lalu. "Kami dapat laporannya, makanya dengan ini diharapkan tidak terulang lagi," kata Leo.
Berdasarkan pantauan terkini, massa aksi telah bergerak dan sampai di perempatan Rajabali. Mereka membuat barikade dengan memakai tali untuk mencegah aksi penyusupan berujung kerusuhan seperti Kamis (/10) lalu.\
"Kita harap aksi hari ini berjalan aman dan tanpa keributan," tegas mantan Wakapolrestabes Surabaya ini.
Pewarta: Biyan Mudzaky H
Editor : Shuvia Rahma