Yudianto, salah satu karyawan toko itu mengatakan, penyambutan perayaan Natal tahun 2020 ini tergolong lesu jika dibandingkan Natal tahun-tahun sebelumnya. Hal itu berpengaruh pada merosotnya penjualan perlengkapan Natal. ”Biasanya bulan November sudah mulai kita jual, tapi ini bulan Desember baru mulai,” kata Yudianto.
Jika tahun-tahun sebelumnya dia menyetok sekitar 50-an pohon Natal, kali ini hanya menyediakan 30-an pohon Natal. Tapi pria yang sudah 15 tahun bekerja di toko Dioma ini memaklumi bahwa penurunan daya beli ini karena kondisi ekonomi yang belum stabil. Apalagi harga rata-rata pohon Natal ukuran besar sekitar Rp 500 ribu hingga Rp 750 ribu. Walaupun ada yang ukuran kecil seharga Rp 100-an ribu. “Tapi untuk penjualan lilin tahun ini justru meningkat,” paparnya.
Pewart: Intan Refa S.
Editor : Ahmad Yani