Salah satunya adalah Sadiati, wanita yang sehari-harinya berjualan lalapan ayam, bebek, dan lele. Dia mengeluhkan saat harga cabe melejit. "Ya mahal, malah beberapa hari yang lalu sempat sampai Rp 90 ribu per kilogramnya. Karena mahal, ya saya inginnya menyesuaikan keadaan saja, kalau mahal ya makanan dijual mahal. Tapi saya khawatir nanti pelanggan juga pergi, " ujar nenek bercucu tiga itu.
Sementara para ibu-ibu rumah tangga juga mengeluhkan kenaikan harga cabe. Namun secara keseluruhan, mereka tetap membeli cabe. Salah satunya adalah Mustika Weni. "Ya saya pilih beli sedikit-sedikit saja sesuai kebutuhan di dapur. Apalagi untuk masak sayur kan tidak perlu banyak pakai lombok, "ujarnya.
Sementara itu, Siti, salah seorang pedagang kebutuhan dapur di Pasar Kasin mengaku tetap didatangi banyak pembeli yang mencari cabe meski harganya naik. " Memang lagi naik itu harga cabe. Kalau cabe biasanya Rp 35 ribu sampai Rp 40 ribu, ini cabe sekarang bisa Rp 60 ribu sampai Rp 70-ribuan. Meski harga naik, pembeli ya tetap beli, ya gimana kebutuhan pokok," tandasnya.
Pewarta : Errica Vannie
Editor : Ahmad Yani