Nasional Internasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Peristiwa Olahraga Wisata-Kuliner Ekonomi-Bisnis Opini Pendidikan Politik Sosok

Kelenteng Eng An Kiong Beri Opsi Pertunjukan Wayang Potehi

Bayu Mulya Putra • 2026-03-24 11:58:47
BISA JADI OPSI: Pertunjukan wayang potehi sudah digelar di
Kelenteng Eng An Kiong sejak Februari lalu.
BISA JADI OPSI: Pertunjukan wayang potehi sudah digelar di Kelenteng Eng An Kiong sejak Februari lalu.

MALANG KOTA – Pemudik maupun warga asli Kota Malang bisa menambahkan pertunjukan wayang potehi sebagai opsi untuk mengisi libur Lebaran kali ini. Jadwal pementasannya dimulai pada 24 Maret. Lokasinya berada di Kelenteng Eng An Kiong, Jalan R.E. Martadinata, Kotalama, Kecamatan Kedungkandang.

Dalang wayang potehi, Widodo Santoso, menyampaikan bahwa pertunjukan tersebut untuk pertama kalinya digelar pada masa Lebaran. Cerita yang akan diangkat berkaitan dengan sejarah Dinasti Song Tiok, yang menceritakan peperangan dan perebutan kekuasaan dengan kerajaan di sisi selatan bernama Lam Lok.

Menurutnya, cerita tersebut relevan dengan kondisi masa kini, di mana banyak terjadi peperangan untuk memperebutkan kekuasaan maupun sumber daya alam. “Kami pentas sejak Februari, tetapi libur saat Lebaran mulai 19 sampai 23 Maret. Masyarakat bisa kembali melihat wayang potehi pada 24 Maret,” ujarnya.

Baca Juga: Nyala Dupa di Kelenteng Eng An Kiong, Doa agar Malang Baik-Baik Saja

Widodo menjelaskan, masyarakat dapat menonton pertunjukan dalam dua sesi. Sesi pertama dimulai pukul 15.00 hingga 17.00, sedangkan sesi kedua dimulai pukul 20.00 hingga 21.30.

Untuk kru wayang potehi, jumlahnya tidak sebanyak wayang kulit, yakni sekitar enam hingga tujuh orang. Terdiri atas dalang, pembantu dalang, dan empat pemusik. “Kru kami tidak semua keturunan Tionghoa karena sudah membaur dengan masyarakat sekitar,” terang pria kelahiran Blitar tersebut.

Pertunjukan wayang potehi ini dipentaskan oleh Paguyuban Fu He An yang berasal dari Desa Gudo, Kecamatan Gudo, Kabupaten Jombang. Paguyuban tersebut bahkan pernah tampil dalam Sidang Umum UNESCO pada 2024 lalu.

Baca Juga: Dewa Sedunia Ikut Peringati HUT Ke-200 Kelenteng Eng An Kiong

Salah satu penikmat wayang potehi, Agus Sujatmiko, mengatakan bahwa pertunjukan tersebut membangkitkan nostalgia. Pasalnya, masa kecilnya banyak diisi dengan menyaksikan pentas seni tersebut.

“Dulu di Tuban jarang ada hiburan. Wayang potehi menjadi salah satu favorit saya,” ujarnya.

Menurutnya, tema yang dibawakan sangat relevan dengan kondisi dunia saat ini, di mana banyak konflik terjadi akibat ambisi kekuasaan dan keserakahan. “Kadang saya ke sini sendiri, kadang juga bersama teman,” tuturnya. (adk/by)

Editor : A. Nugroho
#UNESCO #kelenteng eng an kiong #Wayang Potehi #malang