MALANG KOTA, RADAR MALANG - Melejitnya harga cabai jelang Hari Raya Idul Adha menyebabkan Kota Malang mengalami inflasi 0,18 persen pada bulan Mei.
Angka itu didapat berdasar perhitungan secara month-to-month dibanding bulan April. Sementara pada bulan Juni ini, cabai memiliki andil terhadap inflasi hingga 0,04 persen.
Sejak pertengahan Mei, harga cabai yang biasanya berada di kisaran Rp 35 ribu sampai Rp 40 ribu per kilogram telah melonjak tinggi.
Kenaikannya sampai dua kali lipat hingga mencapai Rp 80 ribu per kilogram. Bahkan sepekan jelang Idul Adha, ada yang menjual sampai Rp 100 ribu per kilogram.
”Kenaikan harga pada komoditas seperti cabai rawit, cabai merah, hingga bawang merah itu disebabkan anomali cuaca,” ujar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang Umar Sjaifuddin.
Produksi dan pasokan dua komoditas itu menurun drastis akibat cuaca ekstrem. Sebab, banyak cabai dan bawang merah yang gagal panen akibat busuk atau terkena penyakit tanaman.
Selain cabai, minyak goreng juga menjadi penyumbang inflasi. Andilnya mencapai 0,03 persen karena harganya yang naik. Dari harga biasa Rp 30 ribu per liter menjadi Rp 35 ribu per liter jelang Idul Adha.
Di tempat lain, Miryati, salah satu pedagang di Pasar Besar Kota Malang menyebut, harga cabai memang tidak stabil sejak bulan Mei.
Banyak pemasok yang kesulitan mencari stok cabai segar karena banyak petani gagal panen. Untuk itu stok cabai yang datang ke pasar cenderung campuran. Sebagian layu dan sebagian masih segar.
”Infonya harga dari petani juga sudah tinggi, karena panen yang sedikit harus bisa menutupi biaya produksi,” ujar Miryati.
Pada awal Mei, harganya masih berkisar Rp 40 ribu sampai Rp 60 ribu per kilogram. Namun sepekan jelang Idul Adha, sudah ada yang menjual hingga Rp 100 ribu per kilogram.
Harga cabai yang tinggi itu tak lepas dari permintaan masyarakat yang melonjak.
Menurut Miryati, penjualan jelang Idul Adha selalu meningkat hingga dua kali lipat. Sebab banyak masyarakat yang mencari bumbu untuk mengolah daging hasil kurban. (aff/by)
Editor : Bayu Mulya Putra