Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Waspada! Daftar Makanan Favorit yang Diam-Diam Berisiko Picu Kanker

Keshia Putri Susetyo • Senin, 4 Mei 2026 | 06:00 WIB
Waspada! Daftar Makanan Favorit yang Diam-Diam Berisiko Picu Kanker (Source: Pexels/@Novalgani)
Waspada! Daftar Makanan Favorit yang Diam-Diam Berisiko Picu Kanker (Source: Pexels/@Novalgani)

 

MALANG, RADAR MALANG - Konten di sosial media semakin sering membahas tentang kesehatan di tengah maraknya minuman manis dan junk food. Fenomena ini bukan tanpa alasan karena tanpa kita sadari, makanan-makanan yang setiap hari bisa menjadi pemicu kanker. 

 

Sejumlah lembaga kesehatan dunia seperti World Health Organization International Agency for Research on Cancer hingga Harvard T.H. Chan School of Public Health sudah lama meneliti hubungan antara pola makan dan kanker. Berikut deretan makanan yang bisa memicu kanker: 

 

Baca Juga: Jangan Salah Pilih! Ini Jenis-Jenis Parfum Selain Eau de Toilette & Eau de Parfum

1. Gorengan 

Siapa yang bisa menolak suara kriuk gorengan saat sore hari? Tapi di balik sensasi itu, ada proses kimia yang tidak sesederhana rasanya. Saat makanan tinggi karbohidrat (seperti kentang atau tepung) digoreng pada suhu di atas 120°C, terbentuk senyawa akrilamida melalui reaksi Maillard (reaksi antara gula dan asam amino).

Menurut World Health Organization, akrilamida termasuk senyawa yang berpotensi karsinogenik (kemungkinan memicu kanker pada manusia). Studi pada hewan menunjukkan bahwa paparan akrilamida dapat menyebabkan tumor di berbagai organ.

Masalahnya bukan hanya teknik menggoreng, tetapi juga:

Dalam jangka panjang, kombinasi ini meningkatkan stres oksidatif dalam tubuh yang menjadi faktor kunci dalam perkembangan kanker.

2. Daging Olahan & Daging Merah

Sosis dan nugget sering jadi penyelamat di tengah kesibukan. Tapi, pernah terpikir apa yang membuatnya tahan lama dan tetap terasa gurih? Ini adalah salah satu temuan paling kuat dalam dunia nutrisi. International Agency for Research on Cancer mengklasifikasikan

daging olahan sebagai Group 1 carcinogen terbukti menyebabkan kanker . 

Alasannya karena daging olahan mengandung nitrit dan nitrat yang dapat berubah menjadi nitrosamin, senyawa karsinogen di dalam tubuh. Sekaligus proses pengawetan (asap, garam, fermentasi) dapat meningkatkan pembentukan zat berbahaya. 

Data epidemiologis menunjukkan bahwa konsumsi rutin daging olahan berkorelasi dengan peningkatan risiko kanker kolorektal. Konsumsi ketika darurat tidak masalah, tapi pastikan tidak menjadi menu harian. 

 

Baca Juga: Sinar UV Mengintai di Malang: Kenali Bahayanya dan Cara Pencegahannya

 

3. Makanan Dibakar atau Hangus (HCA & PAH)

Menurut National Cancer Institute, ketika daging dimasak dengan suhu sangat tinggi, baik dibakar atau dipanggang langsung di atas api,  terbentuk dua senyawa utama yaitu Heterocyclic Amines (HCA) dan Polycyclic Aromatic Hydrocarbons (PAH). 

Menurut penelitian dari National Cancer Institute, kedua senyawa ini dapat merusak DNA, memicu mutasi sel, dan mengganggu mekanisme perbaikan sel

4. Minuman Manis & Soda

Penelitian dari Harvard T.H. Chan School of Public Health menunjukkan bahwa konsumsi gula berlebih berkaitan dengan obesitas, resistensi insulin, hingga peradangan kronis. Ketiga kondisi ini adalah lingkungan ideal bagi perkembangan sel kanker.

Selain itu, lonjakan gula darah memicu hormon insulin dan IGF-1 atau Insulin-like Growth Factor, hormon ini dapat mempercepat pertumbuhan sel, termasuk sel abnormal. Artinya, bukan gula secara langsung menyebabkan kanker, tetapi ketika dikonsumsi berlebihan dapat menciptakan kondisi biologis yang mendukung pertumbuhannya.

5. Makanan Ultra-Proses

Di era serba instan, makanan kemasan jadi pilihan paling mudah. Tinggal buka, masak, dan makan, tetapi makanan ultra-proses (UPF) seperti snack kemasan, mi instan, dan fast food telah diteliti dalam berbagai studi kohort besar di Eropa dapat meningkatkan resiko kanker. 

Faktor penyebabnya meliputi tingginya gula, garam, dan lemak trans, rendahnya serat dan nutrisi dan adanya bahan tambahan (emulsifier, pewarna, pengawet). 

Baca Juga: Nyeri Haid Sampai Lemas, Normal atau Tanda Masalah?

 

6. Alkohol 

Hubungan alkohol dengan kanker termasuk yang paling konsisten secara ilmiah. Menurut World Health Organization, alkohol dapat diubah menjadi asetaldehida, senyawa toksik yang merusak DNA, mengganggu kemampuan tubuh menyerap nutrisi penting, dan meningkatkan kadar estrogen (berkaitan dengan kanker payudara).

Menjaga pola makan bukan berarti harus makan sayur setiap hari, tetapi memahami batas dan frekuensinya. Karena pada akhirnya makanan juga menjadi faktor penentu kesehatan kita. 

Editor : Aditya Novrian
#resiko kanker #makanan pemicu kanker #Gaya hidup sehat #Kanker