Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Kopi Malang Diseruput Dubes Uni Eropa

Yudistira Satya Wira Wicaksana • Kamis, 2 Februari 2023 | 15:55 WIB
BULE : Duta Besar Uni Eropa untuk Brunai dan Indonesia ngopi di Malang bersama Kadin Jatim dan Malang Raya (Kadin for Radar Malang)
BULE : Duta Besar Uni Eropa untuk Brunai dan Indonesia ngopi di Malang bersama Kadin Jatim dan Malang Raya (Kadin for Radar Malang)
 

MALANG KOTA - Dubes Uni Eropa menjajal kopi Malang bersama Kadin Jatim. Rabu, 1 Februari 2023, H.E Vincent Picket Dubes Uni Eropa untuk Brunai Darussalam dan Indonesia, ngopi di Tumbazz Kopi.

Pada kesempatan tersebut, Duta Besar Uni Eropa mencoba minum racikan kopi robusta. Barista kedai memilih roast bean dari Wonosari Malang yang terkenal dengan cita rasa khasnya.

Dia sangat tertarik dengan kopi rempah yang memiliki khasiat untuk kesehatan pria. "Sangat nikmat. Kripik buahnya juga sangat enak," ujar Vincent.
Baca Juga : Yuk Nikmati Brand Kopi Lokal Asal Samarinda.

Wakil Ketua Umum Kadin Jatim Bidang Pertanian dan Pangan Edi Purwanto turut menemani acara ngopi ini. Begitu juga, Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko.

Turut hadir Ketua Kadin Kabupaten Malang Priyo Sudibyo, Ketua Kadin Kota Malang Edy Wahyono dan Ketua Kadin Kota Batu Indro Wahyu Wijoyono.

Juga, asosiasi petani kopi, pengusaha kopi serta pengusaha kripik buah dan sayur kering.

Menurut Edi Purwanto, saat ini kopi telah menjadi komoditas yang sangat digemari masyarakat dunia, termasuk Uni Eropa.

Bahkan Uni Eropa menjadi wilayah dengan tingkat konsumsi kopi tertinggi di dunia. Yakni 40,25 juta kantong berukuran 60 kilogram per tahun.

Di Itali misalnya, konsumsi kopi per kapita rata-rata mencapai 5,6 kilogram per tahun. Menurut Edi ini peluang sangat besar.

"Kadin ingin lebih mengenalkan produk kopi Malang ke pasar Uni Eropa. Hal inilah yang mendasari kami untuk mengajak Duta Besar Uni Eropa mencicipi kenikmatan kopi khas Malang," ujar Edi kepada Jawa Pos Radar Malang.

Edi Purwanto mengatakan sangat berterimakasih atas kehadiran Dubes Uni Eropa di Malang. Ini mempererat hubungan kerjasama perdagangan produk Malang ekspor ke Uni Eropa.

Ekspor kopi Jatim pada 2022 ke Uni Eropa USD 73,998 juta. Volume kopi yang terkirim ke benua biru seberat 19.263 ton. (Bersambung ke halaman selanjutnya)



"Ekspor kopi Jatim ke Uni Eropa masih kalah jauh dengan Vietnam. Karena, jalur distribusi menggunakan transportasi laut. Kalau Vietnam kan lewat darat, jadi lebih murah," ujar Edi.

Indonesia kalah bersaing karena besarnya biaya distribusi. Edi coba bicarakan dengan Dubes untuk solusinya.

"Kita ingin meningkatkan pendapatan petani agar kesejahteraan mereka juga ikut terangkat," kata Edi.

Ketua Kadin Kabupaten Malang Priyo Sudibyo tak ingin Kabupaten Malang melewatkan peluang ini. Sebab, Kabupaten Malang memang salah satu daerah penghasil kopi terbesar di Jatim.

Total luas lahan kopi di Jatim mencapai 113.330 hektar, Kabupaten Malang menyumbang sekitar 28,1 persen lahan yang tersebar di 30 kecamatan.

Photo
Photo
BINCANG : Dubes Uni Eropa untuk Brunai dan Indonesia H E Vincent Picket ngobrol dengan Kadin Jatim dan Malang Raya (Kadin Jatim for Radar Malang)

Kabupaten Malang punya kopi Amstirdam dan Dampit. Namun, saat ini beberapa kecamatan lain di Kabupaten Malang juga terus menunjukkan pamornya.

Artinya wilayah tersebut semakin terkenal sebagai sentra penghasil kopi. Seperti di Wonosari, Ngantang, Lawang dan Singosari.

Hal ini menjadi bukti bahwa kopi menjadi salah satu komoditas utama Kabupaten Malang yang masih terus berkembang.

Contohnya saja Kecamatan Wonosari kaki gunung Kawi. Ada sekitar 100 hektar lahan kopi.

Rata-rata produksi sebesar 1000 ton per panen. Produksi kopi di Wonosari mampu menyerap 1200 pekerja.

Namun selama ini petani kopi di Wonosari menjual produksi kopi mereka dalam bentuk mentah ke perusahaan lokal.

"Justru perusahaan ini yang mendapatkan untung lebih banyak, sementara petani untungnya sedikit," tandas Bogank, sapaannya.

Kadin akan berupaya menjembatani mereka untuk bisa ekspor sendiri. Biasanya mereka ekspor melalui pihak lain.

"Dengan kehadiran Dubes Uni Eropa ini mereka berharap bisa ekspor sendiri. Karena secara kualitas hingga packaging, produk mereka sudah layak ekspor," pungkas Priyo Sudibyo.(nen/fin) Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
##kopag #radarmalang ##ngopipagi ##jawaposradarmalang ##kopimalang