MALANG - Hadis ketiga belas dalam kitab Al Mawa’idhul ‘Ushfuriyah karya Syekh Muhammad bin Abu Bakar diambil berdasar riwayat Abu Sa’id al Khudri. Ia mengatakan bahwa Rasulullah SAW masuk ke musala. Kemudian beliau melihat orang-orang tengah banyak berbicara.
Rasulullah lalu berkata: “Ingatlah! Sesungguhnya andai kalian banyak mengingat kematian niscaya kalian tidak akan banyak berbicara. Oleh karena itu perbanyaklah mengingat kematian.”
“Karena sesungguhnya tiada hari yang dilewati kuburan kecuali kuburan itu akan mengatakan enam kalimat, yaitu (1) aku adalah tempat pengasingan, (2) aku adalah tempat kesendirian, (3) aku adalah tempat kegelisahan, (4) aku adalah tempat kegelapan, (5) aku adalah tempat dari tanah, (6) aku adalah tempat belatung.”
Ketika seorang hamba mukmin telah dikubur, maka kuburan menyalaminya dan berkata kepadanya: “Semoga kelapangan untukmu! Aku menganggapmu sebagai keluargaku sendiri! Semoga kemudahan ditetapkan untukmu!
Sungguh, kamu adalah orang yang paling aku cintai saat berjalan di atasku. Ketika aku berkuasa atasmu hari ini dan kamu berada di dalamku maka kamu akan melihat perlakuanku terhadapmu.”
Kemudian kuburan meluas karenanya, seluas pandangan mata dan dibukakan baginya pintu surga.
Tapi, ketika yang dikubur seorang hamba yang kafir, kuburan tak menyalaminya dan berkata: “Semoga kelapangan tidak untukmu! Aku tidak menganggapmu sebagai keluargaku sendiri! Semoga kemudahan tidak ditetapkan untukmu!
Sesungguhnya kamu adalah orang yang paling aku benci saat berjalan di atasku. Ketika aku berkuasa atasmu dan kamu berada di dalamku maka kamu akan melihat perlakuanku terhadapmu.”
Kemudian kuburan menjepitnya hingga tulang-tulang rusuknya hancur. (Sambil Rasulullah SAW memberikan isyarat dengan memasukkan jari-jari tangan satunya ke jari-jari tangan lainnya).
Lalu, Nabi berkata, “Kemudian Allah mempersiapkan untuknya 70 ular besar yang andai satu ular saja dari mereka menyembur di bumi maka bumi tidak bisa menumbuhkan tanaman apa pun selama dunia ada. Kemudian ular-ular itu menggigit dan menyobek-nyobeknya sampai datang masa penghitungan amal.”
Rasulullah SAW bersabda, “Kuburan itu bisa jadi sebuah taman dari taman-taman surga atau sebuah jurang dari jurang-jurang neraka.”
Dari hadis ini, kita diberi gambaran tentang suasana alam kubur yang bisa menjadi cerminan dari alam akhirat. Buah dari perbuatan kita di dunia sudah tergambar sejak dari alam kubur.
Jika lebih banyak amal baiknya, kuburan akan memperlakukan kita dengan baik. Sebaliknya, jika lebih banyak amal buruknya, siksaan sudah dimulai dari alam kubur. Wallahu A’lam. (hid/diolah dari sejumlah terjemah kitab Al Mawa’idhul ‘Ushfuriyah)