Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Plagiat Semakin Menggeliat

Didik Harianto • Senin, 17 Juni 2024 | 12:03 WIB

 

 

Photo
Photo

ANIS SULALAH, S.Si., M.Si. (Dosen Prodi Pendidikan Fisika UNU Pasuruan) dan

Mahasiswa Program Doktor Fisika Universitas Brawijaya

 

Maraknya pelanggaran etika akademik yang terjadi akhir-akhir ini mencoreng citra akademisi khususnya di tingkat perguruan tinggi. Hal tersebut didukung dengan data di website Retraction Watch Database yang melaporkan terkait peningkatan jumlah dicabutnya (diretraksi) makalah ilmiah, hal ini beriringan dengan pencabutan artikel ilmiah beberapa penulis di Indonesia. peningkatan ini terlihat dari perbandingan data dari tahun ke tahun, seperti halnya pada tahun 2022 yang menyatakan jumlah artikel yang di retraksi sejumlah 18 artikel, sedangkan pada tahun 2024 jumlah artikel yang di retraksi mencapai 27 artikel. Peningkatan ini mencapai 50%. Hal ini mengindikasikan bahwa dunia akademisi sedang tidak baik-baik saja.

Terjadinya retraksi dapat disebabkan oleh beberapa pelanggaran akademik seperti plagiarisme, pemalsuan data, klaim penulisan yang tidak benar, legalitas, profesionalisme dan beberapa pelanggaran etika akademik lainnya. Salah satu pelanggaran yang paling sering ditemui adalah plagiarisme. Plagiarisme masih sering ditemui sebagai pelanggaran terbesar oleh penulis di Indonesia tidak terkecuali oleh dosen perguruan tinggi.

Dugaan Salah satu kasus yang baru saja terkuak terkait plagiarisme oleh salah satu dosen di institut Teknologi PLN jakarta. Kasus ini terungkap dari sosial media twitter. Seorang penulis dari cambridge university bernama Illias menyatakan “Rupanya seseorang menyalin/menempel 100% salah satu artikel yang saya tulis bersama rekan penulis saya tentang kapitalisme negara dengan chatGPT, dan mempublikasikannya," dalam akun X nya.

Illias mengatakan bahwa artikel yang diduga di plagiat oleh dosen ITPLN dan mahasiswanya terbit di International Journal of Economic Literature (INJOL) dengan judul, "Creating room for the emergence of state capitalism: Interconnectedness, spatial, and temporal dimension, and unequal progress." Adapun karya ilmiah atau artikel yang telah ditulis oleh illias dengan rekannya Heather Whiteside, Adam D Dixon, dan Jamie Peck berjudul "Making space for the new state capitalism, part II: Relationality, spatiotemporality and uneven development." 

Pernyataan yang disampaikan oleh illias di twitter kini telah viral dan menjadi perbincangan khususnya di kalangan akademisi. Rektor ITPLN pun turun tangan terkait kasus ini. ITPLN tengah mengidentifikasi kasus dugaan plagiat yang dilakukan oleh salah satu dosen dan mahasiswa di kampusnya.

Saat di konfirmasi oleh wartawan terkait langkah yang akan dilakukan oleh ITPLN, rektor Iwa Garniwa menyatakan bahwa proses investigasi dilakukan dengan proses yang hati-hati, baik dan benar. Tentunya ITPLN akan berkoordinasi dengan LLDIKTI setempat. Rektor iwa dalam pernyataannya juga menyatakan akan terus berkomitmen dan menjunjung tinggi prinsip akademik yang berlaku di indonesia maupun dunia internasional.

Secara umum, Perguruan tinggi harus terus melakukan evaluasi terkait kepatuhan terhadap prinsip-prinsip akademik yang berlaku agar hal serupa tidak terjadi kembali. Kasus-kasus seperti ini dapat membawa dampak yang buruk apabila terus menerus terjadi. Dampak tersebut bisa dirasakan secara langsung oleh institusi atau penulis lainnya. Langkah langkah konkrit harus diterapkan seperti pemberian sanksi yang berat. Pencegahan juga harus diberikan terhadap mahasiswa maupun dosen di tingkat perguruan tinggi, sosialisasi terkait prinsip-prinsip akademik harus menjadi panduan bagi seluruh penulis di indonesia.

Kesadaran harus dimunculkan bagi penulis dan calon penulis di indonesia untuk terus memiliki komitmen terhadap etika akademik yang berlaku sehingga mampu menghasilkan tulisan yang berkualitas dan bertanggungjawab. Hal ini mampu memjadi sumbangsih bagi Indonesia agar tidak dijadikan sebagai negara yang mencurigakan dalam hal publikasi ilmiah.

Editor : Didik Harianto
#plagiat #Akademisi #opini