Rektor UIN Malang, Prof. Abd. Haris, M.Ag dalam sambutannya menegaskan kerjasama ini dijalin untuk mendorong proses pendirian Rumah Sakit di Kota Batu. Dengan adanya MoU dengan IDI dapat membantu mempelancar pembangunan pendirian Rumah Sakit di Kampus 2 UIN Malang.
Selain itu, orang nomor wahid di UIN Malang ini berharap dengan adanya jalinan kerjasama dengan IDI ini dapat membantu meningkatkan kualitas SDM Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan yang ada di UIN Malang.
“Ke depan kerjasama ini untuk mempekuat kedokteran haji yang menjadi prioritas utama UIN Malang agar menjadi lebih baik lagi,” harapnya.
Sementara itu, Ketua Umum IDI dr. Daeng M. Faqih SH., M.H sangat mengapresiasi perkembangan kampus UIN Malang, terutama dengan adanya pendidikan kedokteran haji.
“Harapannya ke depan, dengan adanya kerjasama ini dapat membantu kualitas pendidikan kedokteran yang ada di UIN Malang,” sambutnya.
Terutama kerjasama dalam peningkatan kualitas pelayanan. Selama ini, kata dia, telah terjadi banyak permasalahan di dunia kesehatan terutama soal ketimpangan ketersediannya rumah sakit, minimnya fasilitas kesehatan dan kurangnya kesadaran masyarakat berobat di rumah sakit.
“Oleh sebab itu para dokter saat ini diharapkan mampu mengatasi masalah kesehatan tersebut,” imbunya.
Di era saat ini pasien tidak harus datang ke rumah sakit untuk berobat. Sudah ada aplikliasi “Digital Healthcare” yang mampu menjadi alat bantu untuk memberikan pelayan terhjadap msayarkat untuk berobat.
“Harapannya ke depan para lulusan dokter UIN Malang mampu beradaptasi dengan adanya teknologi 4.0,” tutupnya.
Pewarta: Rida Ayu
Foto: Humas UIN Malang
Penyunting: Fia Editor : Shuvia Rahma