Salah satunya di SMKN 5 Malang. Di sana, kuota siswa eligible yang diberikan mencapai 218 kursi. Namun, jumlah siswa yang mendaftar hanya 206 siswa.
”Jadi kalau kemarin masih tersisa sekitar 12 yang kosong, artinya saat ini siswa kami yang memutuskan melanjutkan studi ke perguruan tinggi sebanyak sekitar 206 siswa,” kata Guru Bimbingan Konseling (BK) SMKN 5 Malang Nurul Duariyati, kemarin (17/2).
Baca Juga : SMA-SMK Se-Malang Punya RRJ
Ada sejumlah alasan mengapa siswa tak melanjutkan ke bangku kuliah. Paling banyak yakni memutuskan untuk langsung bekerja hingga berwirausaha. Meski begitu, Nurul, sapaan akrabnya menyebut tetap mendaftarkan akun siswa untuk siswa yang termasuk dalam siswa eligible.
Dari 206 siswa yang dinyatakan bisa mendaftar SNBP, Nurul menyebut belum semuanya melakukan pendaftaran. Sebab, dirinya menyampaikan saat ini siswa masih banyak yang mempersiapkan portofolio.
Baca Juga : Semarak HUT, SMKN 1 Turen Usung Kebangkitan Luar Biasa dan Energik
”Kebetulan memang banyak yang memilih jurusan seni dan keterampilan. Sehingga membutuhkan portofolio,” ungkapnya. Nurul menyampaikan dalam penyiapan portofolio, siswa didampingi oleh guru yang ahli dalam bidangnya masing-masing.
Dalam pemilihan jurusan pun, Nurul mengaku tak ada proses pemetaan yang berarti. Berbeda dengan yang selama ini dilakukan SMA. Hanya saja, ia mengarahkan siswa untuk mengambil jurusan yang linier dengan program keahlian yang dipelajari di sekolah. Menurutnya, terkait kekosongan jatah siswa eligible tak jadi masalah. Sebab, siswa SMK memang diproyeksikan untuk bisa langsung bekerja alis terserap oleh lapangan pekerjaan. Sehingga, hal itu tak menjadi masalah berarti. (dre/adn) Editor : Aditya Novrian