MALANG - SMA Katolik St. Albertus tidak hanya dikenal sebagai sekolah Katolik yang berakar pada spiritualitas Karmel. Sekolah yang dipimpin oleh Bruder Antonius Sumardi, O.Carm., ini juga dikenal sebagai juara. Dalam kurun waktu 2024 hingga Juni 2025, sebanyak 124 piala telah digenggam. Bahkan kemenangan tersebut bukan saja di tingkat daerah, tapi juga nasional hingga internasional.
Hal ini semakin menegaskan kualitas lembaga pendidikan yang berada di Jalan Talang 1 tersebut.
Beragam kegemilangan akademik dikoleksi oleh siswa-siswi SMA ini. Pada 2024, peringkat 2 diraih dalam English Academy Championship yang diadakan Ruang Guru. Medali emas, perak, dan perunggu dipersembahkan pada Olimpiade Sains Nasional. Prestasi tersebut disabet dalam bidang Matematika, Fisika, dan Ekonomi. Pada Lomba Debat Bahasa Indonesia Tingkat Provinsi, Dempoers berdiri dengan bangga di urutan kedua. Selain itu, posisi pertama dan runner-up juga dicapai dalam ajang Japan Foundation kategori Mukashi Banashi tahun 2025. Kemudian, disusul juara 2 pada Chemical Engineering Olympad Competition di Institut Teknologi Bandung.
Seakan belum cukup puas, institusi ini juga menghasilkan jawara di panggung non-akademik. Sabuk taekwondo tingkat nasional terikat dengan mantap di pinggang anak didik dalam kompetisi yang diadakan Pemerintah Jawa Timur. Pada bidang E-sport, predikat pemenang ditorehkan di Universitas Binus. Perolehan ini juga diwarnai suara merdu band sekolah yang unggul di ajang Festival Band Malang.
Keberhasilan pendidikan tidak berkaitan dengan angka saja, tetapi pendekatan menyeluruh. “Kami memiliki program unggulan Kelas Pendampingan Khusus Olimpiade, dan Research Project melalui Karya Tulis Ilmiah. Selain itu, kami juga menyediaan pembinaan seni, budaya, rohani dan kepemimpinan siswa,” ujar Enny Dwi Wardani, Wakil Kepala Sekolah Bagian Kurikulum.
Lebih lanjut, Wakil Kepala Sekolah Bagian Kesiswaan, Romo Antonius Denny, O.Carm., ikut memberikan pendapat. Beliau menegaskan aneka klub dan ekstrakurikuler bukan sebagai pelengkap, tapi dimanfaatkan secara maksimal. Fasilitas di kelas maupun asrama disediakan untuk mendukung potensi murid. Nilai kemanusiaan, toleransi, dan spiritualitas juga dijunjung dalam pembelajaran berdiferensiasi. Selain itu, Manajemen Mutu Berstandar ISO (9001:2018) akan selalu diterapan demi menjaga profesional guru dan karyawan.
Di akhir, beliau juga mengungkapkan beberapa harapan. Pertama, peserta didik dapat menjadi pribadi cerdas dan berdaya saing tinggi. Kedua, kelak mereka dapat memimpin masyarakat multikultural secara bijak. Ketiga, mampu mengembangkan diri secara mandiri dan seimbang. Keempat, lembaga di bawah naungan Sancta Maria ini dapat menjadi teladan dan terang di tengah kabut pesatnya teknologi.
Semoga para lulusan tidak hanya berprestasi, tetapi juga mau belajar sepanjang hayat. Viva Dempo!
Artikel ini ditulis Yohana Soegiarty Gelu Keraf, guru SMA Katolik St. Albertus
Editor : A. Nugroho