KEPANJEN - Sekolah Rakyat (SR) Terintegrasi 47 Malang di Balai Latihan Kerja (BLK) Singosari mulai beroperasi. Kemarin (30/9) dilaksanakan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Dalam kegiatan tersebut, siswa-siswi mulai pindah ke gedung sekolah sekaligus mengikuti Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG).
MPLS dibuka langsung oleh Bupati Malang H M. Sanusi. Setelah membuka, Sanusi juga meninjau kondisi beberapa. Mulai ruang kelas, ruang guru, asrama untuk pelajar, hingga ruang makan bersama. “Semua fasilitasnya sementara ini sudah sesuai SOP (Standar Operasional Prosedur),” ujar Sanusi setelah melakukan peninjauan.
Sekolah tersebut terdiri atas empat rombongan belajar (rombel). Yakni satu rombel jenjang SD dan tiga rombel jenjang SMP. Masing-masing rombel diisi 25 siswa. Sehingga total menampung 100 siswa. Semuanya berasal dari Kabupaten Malang. “Kami harapkan, di SR ini akan tumbuh kader-kader terbaik. Karena SR ini memang menampung anak-anak yang pendidikannya kurang maksimal,” kata orang nomor satu di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang itu.
Kepala Sekolah (Kasek) Terintegrasi 47 Malang Warsito menyampaikan, siswa yang diterima di SR tersebut mengutamakan anak-anak dari keluarga prasejahtera. Salah satu kriterianya adalah terdata dalam desil 1 dan desil 2 Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Untuk diketahui, desil 1 merupakan kelompok rumah tangga dengan tingkat kesejahteraan 1-10 persen terendah secara nasional. Sedangkan desil 2 merupakan rumah tangga dengan tingkat kesejahteraan 11-20 persen terendah.
“Mereka dari keluarga miskin ekstrem. Ada juga yang drop out. SR ini mengusahakan mereka masih memiliki harapan untuk menerima pendidikan yang layak,” kata Warsito. Menurutnya, setiap anak memiliki harapan untuk bangkit dari kemiskinan.
Dia menjelaskan, meskipun sekolah tersebut baru beroperasi pada akhir September lalu, tetapi pelaksanaan semester kedua dimungkinkan bersamaan dengan SR rintisan yang lebih dulu beroperasi. Sebab, sistem pembelajaran berbeda dengan sekolah reguler yang fokus terhadap timeline akademik. Di sekolah rakyat, penyampaian materi akan disesuaikan dengan kemampuan siswa-siswinya.(yun/dan).
Editor : A. Nugroho