RADAR MALANG-Meski pendaftaran belum dibuka, masyarakat Kota Malang mulai mengintip peluang masuk sekolah rakyat (SR). Ada sekitar tujuh warga yang meninggalkan nomor telepon di dinas terkait untuk mendapatkan informasi pendaftaran. Hingga saat ini, Pemkot Malang masih menunggu petunjuk teknis (rekrutmen) siswa sekolah rakyat.
Kepala Dinas Sosial-P3AP2KB Kota Malang Donny Sandito menjelaskan, rekrutmen siswa SR kemungkinan masih sama seperti tahun lalu. Berasal dari masyarakat yang masuk di Desil 1 dan 2 berdasar data di Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS)
Penjaringan siswa baru dilakukan melalui Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), dan Pusat Kesejahteraan Sosial (Puskesos). ”Untuk tahapan seleksi belum ada, saat ini PKH baru mendata. Mulai dari masyarakat yang ada di DTKS, kemudian yang akan lulus SD atau SMP,” jelas Donny.
Dia menyebut, banyak masyarakat yang mengajukan anaknya menjadi siswa SR. Data-data tersebut masih dikumpulkan, kemudian menunggu persyaratan dari Kemensos. Ada 5 sampai 7 wali murid yang meninggalkan nomor telepon di kantor Dinsos
Menurutnya, dalam petunjuk teknis (juknis) akan menginformasikan tentang jumlah murid yang diterima dan jumlah rombongan belajar (rombel). Saat sudah ada juknis, Dinsos Kota Malang baru membuka pendaftaran secara resmi. Atau aktif mencari siswa menggunakan basis data yang ada di DTKS.
”Misal ditetapkan tiga rombel untuk SMP dan tiga rombel untuk SMA di Kota Malang, kami baru membuka pendaftaran secara resmi. PKH juga menyisir data yang ada di DTKS untuk memenuhi kuota,” papar Donny. Pelaksanaan SR akan selaras dengan dimulainya tahun ajaran baru 2026/2027 di sekolah reguler. Pada tahun 2025, mendapatkan jatah 3 rombel untuk jenjang SMP dan SMA. (adk/gp)
Editor : Galih R Prasetyo