Dari Ujung Kalipare, MIN 3 Malang Tancap Gas Digitalisasi Sekolah

Biyan Mudzaky Hanindito • Dipublikasikan Jumat, 31 Juli 2026 | 12:45 WIB
MEMBANGGAKAN: Kepala MIN 3 Malang Saifuddin Zuhri saat menerima penghargaan Anugerah Pendidikan 2026, Rabu (29/7).
MEMBANGGAKAN: Kepala MIN 3 Malang Saifuddin Zuhri saat menerima penghargaan Anugerah Pendidikan 2026, Rabu (29/7).

 

Bikin Absensi QR Code, hingga Pemantauan Disiplin Positif dan Budaya Mulia serta Kesehatan Murid Berbasis Digital


Lokasinya memang berada jauh dari pusat Kota Malang. Namun, Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 3 Malang di Desa Arjowilangun, Kecamatan Kalipare, justru menunjukkan lompatan dalam pemanfaatan teknologi di lingkungan sekolah. Hampir seluruh layanan pendidikan kini telah terintegrasi secara digital, mulai dari absensi, pembelajaran, penilaian karakter, hingga pengembangan bakat dan minat murid. 


TRANSFORMASI tersebut menjadi salah satu upaya madrasah meningkatkan kualitas layanan pendidikan sekaligus membangun budaya belajar yang lebih efektif. Digitalisasi yang diterapkan pun bukan sekadar mengikuti tren, melainkan telah dikembangkan secara bertahap sejak 2022. 


Kepala MIN 3 Malang Saifuddin Zuhri mengatakan, sekolah yang kini memiliki 266 siswa itu mengusung Kurikulum Berbasis Cinta (KBC). Melalui konsep tersebut, proses pendidikan lebih menekankan pendekatan humanis dan penguatan karakter dibanding hukuman. 
”Kami menghadirkan pendidikan yang humanis, inovatif, berkelanjutan, dan berpusat pada peserta didik,” ujarnya. Sebagai implementasinya, madrasah menerapkan sistem disiplin positif berbasis digital. Setiap perilaku siswa tidak lagi hanya dinilai dari pelanggaran, tetapi lebih diarahkan pada penghargaan terhadap perilaku baik. Guru dapat mencatat perilaku peserta didik melalui aplikasi yang dikembangkan sekolah. 


”Itu dalam bentuk digital, jadi guru melalui aplikasi yang kami bentuk apabila mendapati siswa berkelakuan buruk maka guru akan memberikan poin minus pada anak tersebut,” imbuhnya. 
Menariknya, indikator penilaian karakter tersebut disusun bersama para siswa melalui mekanisme voting. Dengan begitu, peserta didik ikut terlibat dalam membangun budaya sekolah yang mereka jalani setiap hari. 

SDM UNGGUL: Guru MIN 3 Malang berfoto bersama.
SDM UNGGUL: Guru MIN 3 Malang berfoto bersama.

 

Digitalisasi juga diterapkan sejak siswa memasuki lingkungan madrasah. Kehadiran dicatat menggunakan sistem QR Code sehingga data absensi dapat dipantau secara real time. Sistem tersebut dinilai mampu meningkatkan kedisiplinan sekaligus memudahkan komunikasi antara sekolah dan orang tua. 


Tidak berhenti di sana, pemanfaatan teknologi juga menjangkau proses pembelajaran. Mulai penyusunan perangkat ajar, penyetoran hafalan Al-Qur’an, hingga evaluasi pembelajaran dilakukan secara digital. 


”Digitalisasi juga ada di Unit Kesehatan Siswa (UKS), pengukuran Indeks Massa Tubuh (IMT) peserta didik dilakukan secara digital hanya menggunakan telepon genggam. Data hasil pengukuran dapat direkap secara otomatis dan perkembangan kesehatan siswa dapat dilaporkan secara berkala kepada orang tua atau wali murid melalui sistem digital,” jelas Saifuddin. 
MIN 3 Malang juga terus mengembangkan inovasi lain. Dalam waktu dekat, madrasah berencana menghadirkan perpustakaan digital untuk mempermudah akses bahan bacaan bagi siswa. 


Selain mengembangkan transformasi digital, MIN 3 Malang juga baru meraih predikat Madrasah Adiwiyata Kabupaten Malang pada Januari 2026. Penghargaan tersebut menjadi pelengkap upaya sekolah dalam membangun lingkungan belajar yang ramah anak, peduli lingkungan, sekaligus adaptif terhadap perkembangan teknologi. 


Dengan berbagai inovasi tersebut, MIN 3 Malang membuktikan bahwa keterbatasan lokasi bukan menjadi penghalang untuk menghadirkan layanan pendidikan yang modern dan berorientasi pada kebutuhan peserta didik. (biy/adn)

Editor : A. Nugroho
Sumber : Radar Malang
min 3 malang 2026 anugerah pendidikan madrasah