Pantauan Jawa Pos Radar Malang di lokasi kejadian kemarin, ruko yang terbakar itu ditempati rumah makan padang Ampera Harapan Ananda 2 dan Rogonoto Komputer. Posisinya memang tepat bersebelahan.
Warga setempat sekaligus saksi mata, Daniel Siagian, menjelaskan bangunan yang terbakar itu milik Sapto Hartanto. Termasuk warung nasi padang yang disewakan kepada Chalvani. Api diduga muncul dari ruang tamu rumah Sapto karena korsleting listrik.
”Api pertama kali terlihat pukul 13.30 dari rumah Pak Sapto yang juga dijadikan tempat usaha servis komputer,” ujarnya. Di dalam ruangan yang terbakar itu terdapat komputer dan peralatan servis serta beberapa tabung gas. Api pun cepat menyebar. Merembet ke rumah makan yang ada di sebelahnya.
Saat api mulai membesar, Sapto sedang berada di dalam kamar mandi. Sedangkan Tumirah, ibunya, berada di dalam kamar. Awalnya mereka tidak tahu kalau terjadi kebakaran. Justru Daniel dan beberapa warga lain yang berteriak memberi tahu Sapto.
Karena tak kunjung ada respons, warga masuk ke dalam rumah dan menyelamatkan beberapa barang. Seperti makanan, peralatan elektronik, hingga meja dan peralatan makan di warung padang. Termasuk freezer, kulkas, dan etalase makanan yang terpaksa ditaruh di tepi Jalan Rogonoto.
Warga juga sempat melakukan pemadaman dengan peralatan seadanya. Namun upaya itu gagal. Api terlalu cepat membesar. Mereka pun hanya bisa menunggu kedatangan mobil pemadam kebakaran. ”Posisi api di bagian tengah rumah. Karena itu warga masih bisa menyelamatkan beberapa barang,” terang Daniel.
Kapolsek Singosari Kompol Achmad Robial mengatakan, dia menerima laporan kebakaran langsung dari Sapto sekitar pukul 13.40 WIB. ”Awalnya Pak Sapto sedang di kamar mandi. Dia diteriaki oleh kakaknya kalau api sudah membesar,” ujarnya.
Sapto pun langsung keluar dari kamar mandi dan menyelamatkan ibunya, Tumirah, yang sakit di kamar. Tumirah langsung di bawa ke rumah salah seorang tetangga. Sapto juga mengalami luka di paha kirinya, tapi hanya luka ringan. Tidak ada korban jiwa dalam kebakaran itu. Namun kerugian diperkirakan mencapai 100 juta.
Sementara itu, proses pemadaman api yang membakar bangunan dua lantai itu membutuhkan waktu sekitar 90 menit. Api sempat tak terlihat setelah tim damkar melakukan pembasahan di lantai satu. Beberapa saat kemudian, titik api tampak muncul di lantai dua. Tepatnya di sela-sela plafon dan genting.
Saat proses pemadaman berlangsung, Sapto tampak termenung dengan mata berkaca-kaca di depan toko milik Daniel. Beberapa kali dia bertanya kepada istrinya, Widyo Retno, apakah proses pemadaman sudah selesai. Sang istri bolak-balik melihat aktivitas pemadaman dan memberitahukan kepada Sapto. Sesekali dia juga mengusap air mata suaminya.
”Waktu pertama kali terjadi kebakaran, saya sedang berada di luar rumah. Ditelepon tetangga kalau rumah terbakar, suami di dalam kamar mandi, dan ibu sakit di dalam kamar,” ujarnya. Saat itu juga Retno langsung pulang dan memarkir mobil di seberang rumahnya.
Proses pemadaman tuntas pada pukul 15.00. Melibatkan 3 unit mobil damkar dari Pemkab Malang, satu unit mobil damkar milik PT Bentoel, 8 personel kepolisian, Pemdes Singosari, polisi militer, PMI, ambulans, dan relawan.
Belum sempat beristirahat, para personel yang masih berada Jalan Rogonoto menerima laporan kebakaran lagi. Yakni sebuah rumah di Jalan Sidomukti, Desa Pagentan, Kecamatan Singosari. Jarak dari lokasi pertama sekitar 300 meter.
Rumah yang terbakar itu terdata milik Kurnia Islamiyah. ”Tadi informasinya karena ada korsleting listrik di dekat kabel pompa air, tepatnya di atas dapur,” terang Kurnia di rumahnya. Api langsung dipadamkan oleh tim damkar yang langsung menuju ke lokasi kejadian. (pri/fat)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana