RADAR MALANG - Desa Ngawonggo, Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang, menyuguhkan pengalaman wisata yang tidak hanya menarik, tetapi juga sarat dengan nilai budaya.
Sebelum menjelajahi Situs Petirtaan Ngawonggo yang telah berusia lebih dari 1.000 tahun, para pengunjung akan mendapatkan sambutan hangat dari warga desa dengan makanan dan minuman khas di Dapur Tomboan Ngawonggo.
Lokasinya ini berada di pelosok kabupaten Malang.
Dapur Tomboan Ngawonggo menjadi salah satu daya tarik utama dengan nuansa tradisional yang masih terjaga.
Pengunjung tidak hanya dapat menikmati sajian autentik, tetapi juga menyaksikan langsung proses pembuatan makanan dan minuman di dapur yang dikelola dengan penuh kehangatan oleh masyarakat desa.
Bahkan, bagi yang ingin mencoba, pengunjung diperbolehkan ikut serta dalam proses pengolahan, menambah kesan unik dalam perjalanan mereka.
Menariknya lagi, Tomboan Ngawonggo tidak mematok tarif untuk makanan dan minuman yang disediakan.
Pengunjung hanya diminta membayar seikhlasnya melalui kotak pembayaran yang disediakan.
Hal ini disebabkan karena masyarakat setempat yang mengelola tempat ini punya prinsip untuk menjaga budaya ramah masyarakat desa yang sangat memuliakan tamu, sehingga pengunjung yang datang akan dianggap sebagai tamu desa yang harus dilayani dengan baik.
Konsep ini tidak hanya mencerminkan keramahan warga desa, tetapi juga semangat berbagi yang tinggi.
Sebagai tambahan, desa ini tidak memberlakukan tiket masuk, baik di Tomboan Ngawonggo maupun Situs Petirtaan Ngawonggo.
Pengunjung hanya perlu membayar biaya parkir.
Wisata ke Desa Ngawonggo adalah perpaduan sempurna antara eksplorasi sejarah, budaya, dan kuliner tradisional.
Bagi siapa saja yang mencari pengalaman yang berbeda dan bermakna, desa ini adalah destinasi yang wajib dikunjungi. (fi)
Editor : A. Nugroho