Awal mula cerita, pasutri yang sudah puluhan tahun membina rumah tangga ini berselisih urusan dapur. Markucel sehari-hari bekerja sebagai pedagang di salah satu pasar di Kota Malang.
Sedangkan Markonah bekerja sebagai guru honorer di salah satu SMP di Kota Batu. Di tengah pandemi Covid-19, mereka seret pemasukan.
Nah, beberapa waktu lalu, keduanya bertengkar hebat. Gara-garanya, sudah sepekan lamanya Markucel tidak memberi uang untuk memenuhi kebutuhan dapur.
Termasuk untuk membeli minyak goreng yang sudah habis. Padahal Markonah sudah beberapa kali memintanya.
Markonah tambah jengkel karena Markucel membawa pulang hard disk baru untuk laptopnya. Sedangkan untuk membeli minyak goreng tidak dipenuhi.
Singkat cerita, karena tersulut emosi, Markucel lantas mengarahkan tangannya ke arah wajah Markonah hingga membuat bibirnya luka dan lebam di bagian mata.
Tak terima dengan perlakuan suaminya, Markonah mengadu ke kantor polisi. Tuduhannya tak main-main, kekerasan dalam rumah tangga.
Nah, saat diperiksa polisi, Markucel baru menceritakan penyebab dirinya naik pitam. Rupanya, hard disk yang dibawa pulang Markucel tersebut bukan beli, tapi dikasih temannya.
”Saya duit dari mana buat beli hard disk. Itu dikasih teman, tapi dia nggak mau tahu,” keluh Markucel.
Pewarta: Nugraha Perdana Editor : Editor : Hendarmono Al S.