MALANG KOTA - Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Supit Urang terbakar untuk kali kedua kemarin (20/8). Sebelumnya, tempat pembuangan sampah di Kelurahan Mulyorejo, Kecamatan Sukun itu terbakar pada Sabtu (19/8), pukul 13.05. Dugaan sementara, api muncul akibat tekanan gas metan yang diperparah teriknya matahari musim kemarau.
Pantauan koran ini kemarin siang, kebakaran kedua terjadi pada Minggu menjelang pukul 14.00. Titik api muncul di bagian barat TPA Supit Urang atau old landfill (tempat pembuangan sampah yang lama). Siang itu api tampak membara di area seluas lebih dari 50 meter.
Sejumlah personel Damkar Kota Malang langsung diterjunkan untuk memadamkan api. Mereka membawa empat mobil pemadam kebakaran dibantu satu mobil penyalur air Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang.
Saat dikonfirmasi, Kepala DLH Kota Malang Noer Rahman Wijaya mengatakan bahwa kebakaran terjadi di sisi barat TPA. Api membakar sampah di old landfill yang berbatasan dengan Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang. Hingga kemarin sore, luas areal yang terbakar diperkirakan mencapai 300 meter persegi.
Api akhirnya berhasil dipadamkan pada pukul 16.30. ”Selama beberapa hari ke depan kami akan terus melakukan evaluasi terkait tumpukan-tumpukan sampah di old landfill," terang pejabat eselon II B Pemkot Malang tersebut.
Di samping itu, DLH juga tetap fokus melakukan pengelolaan sampah di sanitary landfill (tempat pemusnahan sampah yang baru di lokasi cekung). Luas lokasi yang menjadi fokus pemusnahan untuk saat ini sekitar 5 hektare. Sementara total luas TPA mencapai 34 hektare.
Kepala UPT TPA Supit Urang Mirza Ronald Adisaputra menjelaskan, meski saat ini DLH fokus mengelola sanitary landfill, old landfill tetap menjadi jujukan untuk membuang sampah. Karena itu pihaknya tetap berupaya melakukan pencegahan kebakaran. Terlebih saat ini sedang musim kemarau, sehingga sangat rawan muncul api di tumpukan sampah kering.
Menurut Mirza, ada beberapa langkah pencegahan yang sudah dilakukan DLH. Di antaranya, penyiraman dan pemantauan titik-titik yang berpotensi terbakar menggunakan drone pada pukul 12.00 dan 15.00. "Tapi harus diakui bahwa kami kesulitan armada dan fasilitas penyiraman. Selain itu, ada beberapa titik yang sulit dijangkau karena terletak di dekat jurang," papar dia. (mel/fat)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana