SUMBERPUCUNG – Program pembangunan Jembatan Garuda mulai dirasakan manfaatnya masyarakat. Salah satunya di Desa Ternyang, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang. Jembatan tersebut diluncurkan secara serentak bersama ratusan jembatan lain di seluruh Indonesia pada Senin (9/3).
Peluncuran dilakukan secara daring oleh Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak dari Aceh. Total ada sekitar 200 jembatan yang diresmikan bersamaan dalam program tersebut.
Baca Juga: Proyek Jembatan Sonokembang Ditarget Rampung Agustus
Kepala Staf Kodam (Kasdam) V/Brawijaya Brigjen TNI Zainul Bahar menyampaikan bahwa pembangunan jembatan tersebut merupakan program pemerintah pusat untuk memperkuat konektivitas wilayah.
“Kegiatan pembangunan jembatan Garuda ini memang program dari pemerintah pusat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, proses pembangunan di setiap daerah berbeda karena menyesuaikan kondisi geografis masing-masing wilayah. Khusus di Kabupaten Malang, pembangunan jembatan tersebut dapat diselesaikan relatif cepat.
“Di Kabupaten Malang pembangunan jembatan ini tuntas dalam 27 hari,” katanya.
Ke depan, TNI menargetkan pembangunan ribuan jembatan serupa di berbagai daerah. Dalam setahun, program itu direncanakan dapat menghadirkan sekitar 3.000 jembatan yang dibangun melalui jajaran Kodam, Korem hingga Kodim.
“Mudah-mudahan program ini bisa terlaksana dengan lancar dan yang paling penting adalah manfaatnya bagi masyarakat,” imbuhnya.
Baca Juga: Sisakan Satu Sisi Jalan Menuju Jembatan Garuda Termangu Kabupaten Malang
Sementara itu, Dandim 0818/Malang-Batu Letkol Czi Bayu Nugroho menjelaskan bahwa pembangunan jembatan di Desa Ternyang telah dimulai sejak Januari 2026.
Jembatan tersebut menghubungkan Desa Ternyang di Kecamatan Sumberpucung dengan Desa Mangunrejo di Kecamatan Kepanjen. Keberadaannya mempermudah mobilitas warga, terutama pelajar yang setiap hari melintasi jalur tersebut.
“Masyarakat di dua desa ini menerima manfaatnya, terutama anak sekolah,” jelasnya.
Dengan adanya jembatan tersebut, waktu tempuh menuju pusat pemerintahan Kabupaten Malang di Kepanjen juga jauh lebih singkat. Jika sebelumnya warga membutuhkan sekitar 30 menit perjalanan, kini bisa ditempuh hanya 10 hingga 15 menit.
Selain itu, jarak perjalanan warga juga lebih pendek karena tidak perlu lagi memutar. “Pengurangan jarak kurang lebih sekitar lima kilometer. Jadi masyarakat bisa langsung memotong jalan,” tambahnya.
Baca Juga: Dilengkapi Jembatan Layang, Ini Konsep Lengkap Fasilitas Baru di Jalan Soehat Malang
Jembatan dengan panjang 143 meter dan lebar sekitar 1,2 meter itu diperuntukkan bagi pejalan kaki dan sepeda motor. Untuk menjaga ketahanannya, kapasitasnya dibatasi hanya tiga orang berjalan kaki atau satu sepeda motor yang melintas dalam satu waktu.
Jembatan Garuda merupakan program pembangunan jembatan ringan yang digagas TNI Angkatan Darat bersama pemerintah pusat untuk membantu membuka akses wilayah yang sebelumnya terhambat sungai, jurang, atau medan sulit. Jembatan ini umumnya dibangun dengan konstruksi sederhana namun kuat, sehingga dapat dikerjakan dalam waktu relatif cepat oleh satuan TNI bersama masyarakat.
Sasaran utamanya adalah daerah pedesaan atau jalur penghubung antardesa yang selama ini sulit dilalui. Kehadiran Jembatan Garuda diharapkan dapat memperlancar mobilitas warga, memperpendek jarak tempuh, serta mendukung aktivitas ekonomi, pendidikan, dan pelayanan masyarakat di wilayah tersebut.
Penulis: Indah Mei Yunita
Editor : Aditya Novrian