Nasional Internasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Peristiwa Olahraga Wisata-Kuliner Ekonomi-Bisnis Opini Pendidikan Politik Sosok

Libur Lebaran, Kelenteng Eng An Kiong Beri Opsi Pertunjukan Wayang Potehi

Andika Satria Perdana • 2026-03-24 11:07:21
BISA JADI OPSI: Pertunjukan wayang potehi sudah digelar di Kelenteng Eng An Kiong sejak Februari lalu. Pertunjukannya bakal dilanjutkan pada hari ini (24/3). (DARMONO / RADAR MALANG)
BISA JADI OPSI: Pertunjukan wayang potehi sudah digelar di Kelenteng Eng An Kiong sejak Februari lalu. Pertunjukannya bakal dilanjutkan pada hari ini (24/3). (DARMONO / RADAR MALANG)

 MALANG KOTA - Pemudik maupun warga asli Kota Malang bisa menambahkan pertunjukan wayang potehi sebagai opsi mengisi libur Lebaran kali ini. Jadwal pementasannya dimulai pada 24 Maret. Lokasinya di Kelenteng Eng An Kiong, Jalan R.E Martadinata, Kotalama, Kecamatan Kedungkandang. 

Dalang Wayang Potehi Widodo Santoso menyampaikan, pertunjukan itu kali pertama dilakukan pada masa Lebaran. Cerita yang akan diangkat terkait sejarah Dinasti Song Tiok. Menceritakan peperangan dan perbuatan kekuasaan dengan kerajaan di sisi selatan bernama Lam Lok. 

Cerita itu sama seperti keadaan di masa sekarang. Yakni terjadinya banyak peperangan untuk merebut kekuasaan atau sumber daya alam. ”Kami pentas sejak Februari, tetapi libur pada saat Lebaran mulai 19 sampai 23 Maret. Masyarakat bisa melihat kembali wayang potehi pada 24 Maret,” ujarnya. 

Widodo menjelaskan, masyarakat bisa menonton pertunjukan dalam dua sesi. Sesi pertama dimulai pukul 15.00 hingga 17.00. Sedangkan sesi kedua dimulai pukul 20.00 hingga 21.30. 

Untuk kru wayang potehi, tidak sebanyak wayang kulit. Cukup hingga enam sampai tujuh orang. Terdiri dari dalang, pembantu dalang, dan empat pemusik. ”Kru kami tidak semua keturunan Tionghoa karena sudah membaur dengan masyarakat sekitar,” terang pria kelahiran Blitar itu.

Pertunjukan wayang potehi itu dipentaskan oleh Paguyuban Fu He An. Berasal dari Desa Gudo, Kecamatan Gudo, Kabupaten Jombang. Paguyuban tersebut pernah tampil di Sidang Umum UNESCO pada 2024 lalu. 

Salah satu penikmat wayang potehi Agus Sujatmiko mengatakan, pertunjukan itu seperti nostalgia. Sebab, masa kecilnya banyak diisi dengan melihat pentas seni tersebut. ”Dulu di Tuban jarang ada hiburan. Wayang potehi salah satu favorit saya,” terang dia. 

Menurut dia, tema yang dibawakan sangat sesuai dengan keadaan di dunia masa kini. Di mana banyak perang karena haus kekuasaan dan keserakahan. ”Kadang saya ke sini sendiri, kadang juga sama teman,” tuturnya. (adk/by)

Editor : Bayu Mulya Putra
#Libur lebaran #kelenteng eng an kiong #Wayang Potehi #wisata malang #Kota Malang #wisata kota malang