KABUPATEN – Status Matheus Blade sebagai pemain BRI Super League dengan tekel terbanyak tidak tergoyahkan sampai pekan ke-14. Pemain asal Brasil itu menorehkan catatan tersebut dengan kondisi tidak selalu berlaga bersama Arema FC. Blade sempat absen sekali saat Singo Edan menghadapi Malut United beberapa waktu lalu.
Saat ini, pemain berusia 28 tahun tersebut sudah mengumpulkan 47 tekel dari 11 kali penampilan di kompetisi. Jumlah itu terpaut cukup jauh dengan pemain lain. Salah satunya dengan Rahmat Hidayat yang ada di posisi kedua dalam daftar pemain dengan jumlah tekel terbanyak sementara. Penggawa Persijap Jepara tersebut mengoleksi 39 tekel.
Asisten Pelatih Arema FC Kuncoro, tidak kaget dengan jumlah tekel Blade. Menurutnya, mantan pemain Esporte Clube Noroeste tersebut sudah menunjukkan kemampuan itu sejak laga pertama di kompetisi. Sebagai pemain mengisi pos gelandang bertahan, tekel jadi salah satu kelebihan Blade.
”Saat tim sedang diserang, dia selalu ada untuk mengembalikan situasi. Artinya meredam transisi positif lawan,” katanya. Bagi mantan pemain Persija Jakarta tersebut, atribut Blade itu ditunjang fisik dan tenaga. Memiliki postur yang cukup tinggi 188 centimeter. Kakinya yang panjang memudahkannya menjangkau bola yang sedang dibawa pemain lawan.
Belum lagi, pemain bernomor punggung 25 itu punya kecepatan sebagai pemain berposisi sebagai gelandang bertahan. Alhasil mampu dengan mudah untuk melakukan tekel. Kemampuan itu ditunjang dengan pengalaman bermain di kompetisi Brasil yang kebanyakan tim di sana mengandalkan kecepatan.
Harapannya, Blade baru terus bugar. Kuncoro tidak memungkiri, dia jadi sosok yang menunjang strategi yang diterapkan Marcos Santos. ”Kalau dia (Blade) tampil, maka pertahanan tim semakin solid karena punya banyak pilihan,” katanya.
Pada laga melawan Madura United 23 Desember mendatang, Blade dipastikan bisa kembali berlaga. Itu menyusul, dia hanya dilarang berlaga sekali setelah menerima sanksi kartu merah. Selama libur, Kuncoro memastikan elemen tim tetap menjaga kondisi fisik. Dirinya dan tim pelatih selalu memantau keadaan penggawa Singo Edan setiap hari. Agar nantinya saat kembali berlatih tidak perlu adaptasi terlalu lama.
Di tempat terpisah, Pelatih Kepala Arema FC Marcos Santos senang dengan catatan individu gemilang Blade. Itu karena, sejak awal bergabung punya berbagai kelebihan yang bagus untuk tim. ”Dia punya kemampuan bertahan yang baik sekaligus bisa bermain multi posisi,” tandasnya. (zan/gp)
Editor : A. Nugroho