Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Pengertian Majas Hiperbola dan Contohnya

Yudistira Satya Wira Wicaksana • Rabu, 6 Desember 2023 | 01:37 WIB
kumpulan kepingan huruf
kumpulan kepingan huruf

Radar Malang - Majas, seni bahasa yang kaya akan ekspresi dan keindahan, menjadi elemen penting dalam penulisan jurnalistik untuk menggambarkan realitas dengan cara yang menarik dan mendalam.

Dalam artikel ini, kita akan mengeksplorasi salah satu majas yang paling mencolok, yaitu majas hiperbola, serta menyelami beberapa jenis majas lainnya yang sering digunakan dalam bahasa jurnalis.

1. Majas Hiperbola: Mengukir Kebesaran dengan Kata

Majas hiperbola memanfaatkan kelebihan atau kekurangan untuk memberikan efek dramatis pada suatu deskripsi.

Dalam konteks jurnalistik, hiperbola dapat digunakan untuk menonjolkan kepentingan, mendramatisasi peristiwa, atau menyampaikan pesan secara berlebihan. Sebagai contoh:

"Ribuan pengunjung memadati acara seni rupa itu, menciptakan lautan manusia yang tak terhingga."

Dalam kalimat tersebut, penggunaan "lautan manusia yang tak terhingga" adalah contoh hiperbola yang digunakan untuk mengekspresikan sejauh mana antusiasme pengunjung acara seni rupa tersebut.

2. Jenis-Jenis Majas Lainnya dalam Bahasa Jurnalis

Selain hiperbola, berikut adalah beberapa jenis majas lainnya yang sering dijumpai dalam tulisan jurnalistik:

a. Metafora: Meminjam Makna untuk Memberikan Warna

Metafora menggunakan perbandingan tanpa menggunakan kata "seperti" atau "bagai". Contoh dalam berita:

"Wacana perdamaian adalah benih yang ditanam di tengah-tengah konflik, berusaha membiarkan akar kebijaksanaan tumbuh di tanah yang keras."

b. Simile: Perbandingan yang Memperjelas

Simile menggunakan kata "seperti" atau "bagai" untuk membandingkan dua hal. Contoh dalam konteks jurnalis:

"Masyarakat bersatu seperti pasukan yang menghadapi badai, kuat dan tidak tergoyahkan."

c. Metonimi: Menggantikan dengan Kesatuan

Metonimi menggantikan suatu hal dengan yang memiliki hubungan dekat dengannya. Contoh dalam berita:

"Dewan memberikan lampu hijau untuk proposal tersebut."

Dalam kalimat di atas, "lampu hijau" digunakan sebagai metonimi untuk menunjukkan persetujuan dari Dewan.

d. Personifikasi: Memberi Sifat Manusia pada Benda atau Konsep

Personifikasi memberikan sifat manusia pada sesuatu yang non-manusia. Contoh:

"Waktu terus berjalan, tidak peduli seberapa keras kita mencoba menahannya."

Dalam kalimat tersebut, waktu diberikan sifat manusia dengan kemampuan untuk 'berjalan'.(*)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#Majas Hiperbola #jenis majas