MALANG KOTA - SDN Tunjungsekar 1 atau Brugge mendapatkan bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) kemarin (22/7).
Bantuan tersebut disalurkan oleh PT PLN Persero berupa pengembangan IT dan alat membatik.
Bantuan CSR bertajuk Program Menuju Sekolah Digital, Pelatihan Komputer, dan Pelatihan Pengembangan Batik Brugge SDN Tunjungsekar 1 itu diharapkan dapat meningkatkan kualitas mutu pendidikan.
Sebab, SDN Tunjungsekar 1 ditunjuk sebagai sekolah yang mampu untuk mengembangkan potensi tersebut.
Kepala SDN Tunjungsekar 1 Budi Hartono MMPd mengucapkan terima kasih atas bantuan yang telah diberikan.
Dirinya berjanji akan memaksimalkan implementasi bantuan yang telah disalurkan.
Pada sektor digital, dirinya menyebut sekolah telah memanfaatkan model digitalisasi dalam berkegiatan.
Misalnya, media promosi atau layanan pendidikan.
”Kami akan berikan pelatihan kepada 50 guru untuk mendapatkan sekolah digital,” terangnya.
Selain itu, keunggulan ekstrakurikuler membatik di SDN Tunjungsekar 1 juga didukung dengan bantuan alat membatik.
Dirinya mengaku juga akan memberikan pelatihan membatik kepada 100 orang.
Peserta itu diambil dari guru dan wali murid yang ingin belajar membatik.
Dirinya berencana mengajak seluruh stakeholder jenjang SD negeri kawasan Tunjungsekar untuk memecahkan rekor membuat batik dengan jumlah peserta seribu orang.
”Kami juga bersinergi dengan sekolah lain yang ingin bergabung dan belajar bersama,” pungkasnya.
Manager Unit PT PLN Persero UPP JBTB 2 Surabaya David Eko Prasetyo ST MM menuturkan, SDN Tunjungsekar 1 memiliki potensi yang mumpuni untuk sektor digital dan UMKM di bidang membatik.
David berharap, bantuan tersebut dapat memajukan kualitas layanan pendidikan sekaligus meningkatkan sektor ekonomi di kawasan Tunjungsekar.
”Kami juga akan melakukan monitoring dan evaluasi terkait bantuan yang telah kami salurkan,” ungkapnya. (ori/adn)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana